Jual Plastik UV (Ultra Violet) Untuk Greenhouse

Rabu, 22 Februari 2017

Menggunakan Greenhouse Memiliki Banyak Keuntungan

Bagi anda yang memiliki hobi bertanam serta pecinta tanaman hias, wajib bagi anda untuk mengenal plastik uv. Plastik ultraviolet atau plastik UV adalah plastik yang dilapisi bahan kimia tertentu, yang dapat melindungi dari sinar ultraviolet yang berlebihan, dengan kata lain plastik ini digunakan untuk mencegah tanaman dari kerusakan tanaman akibat paparan sinar UV yang berlebihan.
# Baca juga Prospek Bisnis Syuran Organik.

Sebelum membuat greenhouse hendaknya anda mencari tahu pabrik plastik uv terlebih dahulu. Agar anda tidak keliru dalam membeli plastik uv. Plastik Uv dalam Greenhouse digunakan sebagai atap rumah tanaman karena manfaatnya dalam melindungi tanaman dari kelebihan paparan UV sinar matahari. Ukuran plastik UV bervariasi tergantung stok dan permintaan pelanggan. Harga plastik UV GreenHouse biasanya berbeda tergantung ukuran, ketebalan, dan persentase kandungan bahan kimia yang terkandung di dalamnya untuk melindungi dari sinar UV.


Greenhouse merupakan sebuah sistem dalam bidang pertanian yang digunakan untuk melindungi tanaman dari perubahan iklim,cuaca, atau bahkan paparan UV yang berlebihan. Meski diakui harga untuk membuat sebuah greenhouse tidak bisa sedikit, tetapi manfaat dari greenhouse ini amat besar bagi tanaman dibandingkan tanaman yang dibudidayakan di alam terbuka. Selain itu, dengan menciptakan greenhouse itu artinya kita membuat sebuah rumah untuk tanaman yang akan melindungi tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih subur dan mudah dipantau.

Plastik Ultraviolet memiliki peranan besar dalam sebuah greenhouse, karena plastik ini digunakan sebagai atap rumah tanaman itu artinya sebagai pelindung utama tanaman dari sengatan matahari yang berlebihan, perubahan iklim dan cuaca seperti hujan badai, angin kencang, dsb, sehingga layak disebut sebagai atap yang dapat memberikan perlindungan utama tanaman dari bahaya dari luar.
# Baca juga Plastik UV Greenhouse Penahan Hama Tanaman Hias.

Bila anda seorang pecinta tanaman hias, dan senang dengan keindahan tanaman yang anda miliki, tentu anda akan merasa puas bila anda dapat menikmati pemandangan tanaman itu sendiri pada sebuah sudut di halaman rumah anda secara eksklusif. Bermacam-macam varietas tanaman dapat anda miliki dan nikmati dalam sebuah greenhouse yang memberikan kesan eksklusive untuk anda, dan tentu anda akan merasa bangga dan puas melihat hasil kerja keras anda merawat tanaman anda tumbuh subur dan mampu berkembang dengan baik.

Anda dapat mencitakan Greenhouse sesuai dengan keinginan anda dan banyaknya tanaman yang akan dibudidayakan dalam sebuah greenhouse. Bila anda seorang pemula dalam budidaya tanaman khususnya tanaman hias, atau bahkan ingin mencoba mengaplikasikan ilmu pertanian bercocok tanam dalam sebuah greenhouse, maka anda dapat menggunakan beberapa lahan dari halaman rumah anda untuk menciptakan sebuah greenhouse, dan dapat berkonsultasi dengan pakar atau orang-orang yang terlebih dahulu sudah membuat greenhouse untuk "rumah" tanaman mereka.
# Dapatkan daftar harga plastik ultraviolet terupdate silahkan klik DISINI.

Setelah mengetahui luas dan bentuk greenhouse yang anda inginkan juga banyaknya tanaman yang akan anda budidayakan dalam greenhouse, selanjutnya anda perlu mencari pabrik atau tempat jual plastik UV greenhouse sebagai "atap rumah" bagi tanaman anda. Kemudian anda dapat merincikan peralatan apa saja yang anda butuhkan dalam merawat tanaman pada sebuah greenhouse, kemudian perhatian apa saja yang dibutuhkan pada perawatannya.
# Untuk info tentang plastik ultraviolet terlengkap dan terupdate silahkan klik DISINI.

Tidak sulit memiliki greenhouse sebuah "rumah" untuk tanaman anda, tetapi akan menjadi sulit bila anda tidak teliti dan tidak tekun merawat tanaman anda. Karena tentu sebuah hasil yang baik harus dipupuk dari proses yang baik dan benar untuk kemudian hasilnya dapat dinikmati dengan bangga dan menjadi kepuasan tersendiri. Jadi, selamat merancang sebuah "rumah" untuk tanaman anda dan pastikan anda dapat menikmatinya dengan bangga dan menjadi kepuasan tersendiri. Selamat mencoba!

Selasa, 07 Februari 2017

Baru!! Jual Plastik UV Import Lebar 4,2m

Produk terbaru Lim Corporation plastik uv import merk VATAN dengan lebar 4,2m. Selain kualitas bahan yang bagus ukuran plastik uv juga tidak kalah penting. Dengan dimunculkanya plastik uv lebar 4,2 m x 55m dengan prosentase uv protector 14% ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan customer. Plastik uv dengan lebar 4,2m sangat efisien bila digunakan untuk membuat greenhouse dengan ukuran sedang, Sehingga saat pembuatan greenhouse tidak perlu menyambung plastik uv lagi.

Kami juga menyediakan plastik import merk VATAN dengan ukuran 6m x 60m x 200mic & 8m x 45m x 200mic ,plastik import merk VATAN ini dilengkapi dengan berbagai zat aditif yang berguna untuk menciptakan greenhouse yang sempurna untuk rumah tanaman anda, zat aditif yang terkandung diantaranya :

UV (Ultraviolet ) Additive
- Bahan tersebut dapat meningkatkan ketahanan plastik pada matahari saat digunakan untuk penutup greenhouse.
- Banyaknya kandungan UV additive pada plastik sudah ditentukan sesuai dengan kegunaanya sebagai penutup greenhouse,sehingga plastik ini akan tahan pada berbagai cuaca dan iklim.

IR (Infra Red) Additive
- Bahan tersebut digunakan untuk mengontrol temperature didalam greenhouse,sehingga suhu didalam greenhouse akan tetap normal saat siang hari / malam hari.
- Dengan adanya IR (Infra Red) Additive suhu didalam greenhouse tidak akan mengalami penurunan/kenaikan secara tiba-tiba.IR additive dapat merubah suhu didalam greenhouse antara +1oC dan +5oC.Hal tersebut sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman didalam greenhouse.

AB (Anti Bacerial) Additive
- Mencegah lalat putih,kutu daun ,thrips dan parasit yang dapat merusak tanaman.
- Mencegah penyebaran bakteri
- Mengurangi jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman

EVA (Ethylene Vinyl Acetate) Additive
- Bahan ini membuat plastik lebih elastis ,sehingga meningkatkan daya tahan terhadap angin.
- Mencegah perkembangan beberapa fungis dalam gelap
- Mendistribusikan cahaya secara merata didalam greenhouse
- Menjaga infra red

LD (Light Diffuser) Additive
- Saat matahari masuk maka bahan ini yang bertugas untuk meratakan cahaya keseluruh permukaan greenhouse
- Mencegah kerusakan tanaman akibat cahaya yang berlebih
- Mencegah perkembangan fungi dan bakteri di dalam greenhouse.

Bagi anda yang cinta Indonesia atau lebih tepatnya menyukai produk lokal, kami juga menyediakan plastik ultraviolet buatan asli Indonesia dengan ukuran 3m x 100m x 200mic , ada 2 jenis yaitu prosentase uv protector 14% yang sangat cocok untuk pembuatan greenhouse yang bertahan sekitar 1-2 tahun dan prosentase uv protector 6% yang bisa digunakan untuk pengeringan hasil panen seperti rempah-rempah, daun teh, kopi dll. Bisa juga digunakan untuk pengeringan kerupuk, kacang tanah ,tepung tapioka dan genteng. Plastik uv ini juga cocok digunakan untuk atap kandang ayam atau kambing karena bahanya yang tidak terlalu panas dibandingkan dengan atap asbes.

Jika anda membutuhkan plastik uv import atau lokal silahkan hub : 0852.3392.5564 / 0812.3258.4950 / 0812.3258.4950. Untuk info harga plastik uv terupdate silahkan klik DISINI.


Jumat, 13 Januari 2017

Penjemuran Kerupuk Tetap Berlangsung Meski Hujan Mengguyur

Musim hujan kini telah tiba, bahkan sebagian daerah di Indonesia telah diserang banjir karena curah hujan yang tinggi, hujan yang sebagian orang mengharapkan kehadirannya karena sangat membutuhkan air seperti petani, pemilik perkebunan, dan sebagian orang yang terserang kamaru panjang hingga mengalami kekeringan, namun tidak sedikit pula orang yang kurang mengharapkan hujan, salah satunya adalah para pengusaha kerupuk, emping, kopi dan cengkeh. Kita ketahui bahwa kerupuk, emping, kopi, daun teh, cengkeh dan aneka komoditi sebagian membutuhkan sinar matahari dalam pengolahannya, namun saat musim penghujan tiba matahri hanya muncul kurang dari 4 jam tiap harinya, hal ini yang menjadi momok besar bagi para pengusaha kerupuk atau emping.
# Baca juga Manfaat Menggunakan Plastik UV Greenhouse.

Bagi anda yang sangat bergantung pada sinar matahari untuk menjalankan usaha anda maka kini tak perlu khawatir saat matahari tidak muncul dimusim penghujan, dengan teknologi yang terbarukan menggunakan Plastik UV 6% anda tetap dapat menjalankan usaha anda tanpa takut produk anda tidak kering. Plastik UV 6%  ini mengandung IR (Infra Red) Additive yang berguna  untuk mengontrol temperature didalam ruangan, sehingga suhu didalam ruangan akan tetap normal saat siang hari / malam hari dalam cuaca panas maupun hujan. Plastik UV ini juga akan tetap awet, tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca panas maupun hujan.
# Klik DISINI untuk mendapatkan info pertanian dan perkebunan terlengkap.

Proses pengeringan dengan menggunakan plastik uv ini sangat mudah, anda tinggal membuat kerangka dari bambu, pipa pvc, ataupun dari baja ringan menyerupai kerangka pada greenhouse. Kemudian gunakan plastik UV untuk atap guna untuk pelindung saat proses penjemuran kerupuk sedang berlangsung, jadi Anda tidak perlu repot lagi kalau tiba-tiba hujan turun tanpa harus membereskan jemuran.

Selain untuk atap, anda juga bisa mengaplikasikan plastik UV 6% sebagai alas penjemuran, tujuannya agar sinar matahari yang masuk bisa dipantulkan lagi, sehingga proses pengeringan dari bagian bawah juga berlangsung, sehingga lebih cepat kering. Lebih maksimal jika barang yang dijemur tidak langsung bersentuhan dengan lantai, tapi diletakkan di atas bidak-bidak, sebelumnya bidak bagian atas dilapisi dulu dengan plastik UV.
# Baca juga 7 Keuntungan Memilih Menggunakan Greenhouse Untuk Pertanian.

Nah.. sangat mudah bukan?? Jadi mulai saat ini jangan jadikan musim penghujan  sebagai alasan untuk anda berhenti menjalankan usaha anda karena tidak adanya sinar matahari, jadikan musim penghujan sebagai berkah dengan tetap produksi meski hujan mengguyur dan matahari bersembunyi dibalik awan. Silahkan menghubungi kami untuk kebutuhan plastik UV 6% maupun 14% bagi yang memanfaatkan untuk Greenhouse. Masalah harga jangan ditanyakan, ada harga pasti ada kualitas juga ya kan??



 Kami menyediakan plastik UV lokal maupun import dengan ukuran 3mx100mx200mic, 6mx60mx200mic, 8mx45mx200 mic. Hub. 081232584950 / 087702821277 / 085233925564 (call hanya pada jam kerja Pkl. 08.00 - 16.00 WIB) untuk tanya harga juga bisa via sms (24 jam).

Kamis, 05 Januari 2017

Pengeringan Kacang Tanah dengan Plastik Ultraviolet

Sekarang ini sebagian besar Pulau Jawa kerap diguyur hujan walau tengah musim kemarau. Fenomena alam yang susah diperkirakan ini memaksa kita untuk pikirkan bagaimana produksi serta sistem pengeringan tetaplah jalan meskipun tengah hujan. Lantaran banyak pelaku UKM yg tidak bermodal besar, untuk sistem penjemuran serta pengeringan tetap masih memakai cahaya matahari. mereka banyak yang belum dapat beli perlengkapan mesin pengering.

Pengeringan sendiri pada dasarnya merupakan suatu cara untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya dengan menggunakan energi panas.  Penurunan kandungan air biasanya dilakukan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga enzim dan mikroba penyebab kerusakan bahan pangan menjadi tidak aktif atau mati.

Proses pengeringan seringkali digunakan untuk mengolah komoditas pertanian karena sifatnya yang mudah rusak.  Selain itu pengeringan komoditas pertanian juga dapat meningkatkan nilai ekonomis produk.  Akan tetapi, seringkali pada saat proses pengeringan berlangsung terjadi masalah, terutama pada pengeringan dengan sistem konvensional atau penjemuran di bawah sinar matahari langsung (Yuwana, et.al., 2011a). Hal ini disebabkan proses pengeringan tersebut sangat bergantung pada cuaca, luasan alas jemur dan lain-lain.  Oleh sebab itu, perlu dikembangkan suatu prototipe yang sederhana, ekonomis dan dapat mengatasi masalah dalam proses pengeringan komoditas pertanian.
# Baca juga Mengapa Harus Menggunakan Plastik UV.

Plastik UV (Ultra Violet) Untuk Atap & Alas Penjemuran/Pengeringan
Solusi yang paling pas untuk proses pengeringan di saat cuaca tidak menentu adalah dengan menggunakan plastik UV. Kenapa menggunakan plastik UV, bukan plastik bening biasa? Karena plastik UV memang sudah didesain pemakaiannya untuk atap greenhouse, mengandung bahan kimia tertentu yang membuat plastik ini tetap awet, tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca panas maupun hujan. Dan plastik UV memiliki ketebalan 200 mikron (0,20) jadi lebih tebal dan kuat dibanding plastik biasa. Kalau menggunakan plastik bening biasa dikuatirkan akan mudah robek, membutuhkan biaya perawatan yang lebih besar.



Nah.. saat ini akan kami ulas sedikit tentang pengeringan pada kacang tanah. Menurut hasil uji coba prototipe menunjukkan pengeringan dengan plastik UV mampu menurunkan kadar air pada kacang tanah lebih cepat dari penjemuran tradisional.  Laju pengeringan kacang tanah dengan pengering adalah KApg=  79,106e-0.056t, sedangkan dengan penjemuran adalah KApj=  73,241e-0.035t . Kelembaban relatif ruang pengering selalu lebih rendah (rata-rata 42,8%) dibandingkan kelembaban relatif udara luar (rata-rata 70,8%).  Hal ini menunjukkan bahwa pengering mampu menghasilkan udara panas dan kering yang cukup signifikan sehingga dapat mempercepat proses pengeringan.  Dari aspek luasan yang diperlukan, pengering hanya membutuhkan luasan 1 : 2,4 dibanding dengan luasan yang dibutuhkan oleh penjemuran tradisional.
#Baca juga Plastik UV Greenhouse Penahan Hama.

Plastik UV tidak hanya bisa digunakan untuk atap dalam proses pengeringan pada kacang tanah saja, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk hasil panen lainnya seperti: padi, kedelai, jagung, kopi, teh, kakao, ikan, dll. Plastik UV inipun juga bisa digunakan untuk pengeringan pada isdustri batu bata, genteng, batako, paving, dll. Kami menjual plastik UV dengan kandungan UV protektor 6% dan 14%. Biasanya kalau untuk green house menggunakan kandungan UV yang 14%. Sedangkan untuk proses penjemuran dan pengeringan sebaiknya memakai kandungan UV yang 6%. Semakin besar kandungan UV protektor maka plastik akan semakin buram (gelap). Ukuran plastik UV: lebar 300cm, panjang 100m, tebal 200 mikron (0,20), berat sekitar 55-56kg per roll. warna bening agak buram seperti putih susu tapi lebih terang. Dengan dipayungi atap dari plastik uv maka tidak repot lagi kalau tiba-tiba hujan turun, tidak repot-repot harus membereskan jemuran.
# Untuk info harga plastik UV terupdate silahkan klik DISINI.

Senin, 02 Januari 2017

Cara Mudah Budidaya Tanaman Jenis Citrus

Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam.


Pembibitan
Tanaman jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan 3 cara, yakni dengan cara generatif, vegetatif, serta gabungan dari kedua cara tersebut.

- Cara generatif dilakukan dengan mengambil biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua. Biji tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari selama 2 - 3 hari sampai lender yang menyelimuti biji tersebut hilang. Biji yang sudah kering tersebut selanjutnya ditanam di ladang persemaian. Cara generatif ini memiliki kekurangan, yakni butuh waktu yang lama, sekitar 5 – 6 tahun, untuk menunggu tanaman jeruk nipis berbuah. Kelebihannya, batang pohon yang diperoleh dengan cara generatif ukurannya lebih besar dan lebih kokoh.

- Cara Vegetatif dilakukan dengan mencangkok cabang atau ranting pohon jeruk nipis untuk ditanam di lahan tanam. Cabang atau ranting yang akan dicangkok harus dipilih yang umurnya sedang, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Kuliti cabang/ranting tersebut sepanjang 5 – 10 cm, dan kerat kambiumnya sampai bersih, lalu angin-anginkan selama 1 x 24 jam. Setelah itu, tutup bagian cabang/ranting yang telah dikuliti dengan tanah dan bungkus menggunakan sabut kelapa.
# Baca juga Mengenal Jenis Plastik Ultraviolet

Ikat kedua ujung sabut tersebut seperti mengikat permen, dan jaga kelembaban cangkokan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah tumbuh banyak akar pada cangkokan, potong cabang/ranting yang dicangkok dan tanamlah di lahan tanam. Tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pencangkokan akan lebih cepat berbuah, namun memiliki batang yang rapuh, dan lebih mudah terserang penyakit.

- Cara pembibitan dengan menggabungkan cara generatif dan vegetatif disebut juga okulasi. Cara ini dapat dilakukan jika ada tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pembibitan secara generatif yang memiliki batang kuat dan tahan penyakit. Untuk melakukan okulasi, ambillah mata tunas dari pohon jeruk nipis (bisa juga jenis jeruk lainnya) yang buahnya besar dengan cara mengirisnya dari batang sedalam 1,5 cm. Bersihkan ujung-ujung irisan tersebut hingga berbentuk segi empat. Buat pula lubang segiempat dengan ukuran yang sama pada batang induk dan masukkan irisan mata tunas tadi ke lubang batang induk.

Saat memasukkan atau menempel irisan mata tunas ke batang induk, jaga agar tidak ada kotoran yang menempel pada kambium, karena akan mengganggu proses pertumbuhan mata tunas. Setelah mata tunas ditempelkan, ikat dengan tali plastik. Dua minggu setelah proses okulasi, hasilnya sudah bisa dilihat, apakah berhasil atau tidak. Jika berhasil, mata tunas tersebut akan berwarna hijau segar dan melekat dengan sempurna pada batang induk.
# Baca juga Kiat dan Cara Budidaya Tanaman Hias

Penanaman
- Buatlah lubang tanam berukuran 80 x 80 x 80 cm, dan biarkan lubang tanam tersebut selama 2 – 4 minggu. Setelah itu masukkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 20 kg untuk setiap lubang tanam, dan biarkan kembali selama 5 – 7 hari.

- Selanjutnya bibit jeruk sudah dapat ditanam pada lubang tanam dengan jarak tanam sekitar 5 x 5 meter atay 6 x 6 meter.

Pemanenan
 - Tanaman jeruk nipis berbuah untuk pertama kalinya pada umur 3 tahun, hanya saja buah yang dihasilkan relatif masih sedikit. Saat berumur 4 – 5 tahun produktifitas jeruk nipis mencapai 20 kg buah untuk setiap batang pohon. Produktifitas tersebut meningkat pada umur 6 – 15 tahun dengan menghasilkan sekitar 50 kg untuk setiap batang pohon. Pada umur 16 tahun lebih produktifitas kembali menurun dengan hanya menghasilkan 30 kg perbatang pohon.

- Sejak berbunga hingga bunga tersebut menjadi buah yang siap dipetik, dibutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 7 – 8 bulan. Buah yang sudah tua dan siap dipetik ciri-cirinya berwarna hijau kekuning-kuningan, tidak terlalu keras, dan bagian bawah buah sudah agak empuk saat ditekan.

- Untuk memetik buah jeruk tipis dapat digunakan pisau tajam atau gunting pangkas. Cara memetiknya dengan memotong tangkai batang.

- Buah jeruk nipis yang sudah dipetik, diletakkan dalam keranjang atau wadah lainnya yang diberi alas jerami atau kain yang lembut.
# Dapatkan info pertanian & perkebunan terupdate klik DISINI

Sabtu, 24 Desember 2016

Cara Budidaya Sayuran Organik

Saat ini pertanian yang serba organik semakin banyak diminati oleh seluruh kalangan masyarakat yang profesinya seorang petani, ataupun pengelola tanaman budidaya. Biasanya mereka memiliki lahan pertanian yang ditanami tanaman-tanaman jenis buah maupun sayuran. Salah satunya dengan melakukan penanaman organik bisa lebih hemat dan juga dapat meningkatkan hasil panen sampai dua kali lipat.

Selain itu dengan pertanian organik, masyarakat petani dapat memperoleh banyak pelajaran berharga dalam memanfaatkan lahan mereka secara maksimal tanpa adanya perusakan komponen yang terdapat dalam lingkungan ekosistem alam.

*baca juga artikel berikut ini Greenhouse Untuk Anggrek 

Di era yang serba modern ini, membuat masyarakat petani secara perlahan dirubah pola fikirnya dari yang melakukan cara-cara pertanian anorganik atau konvensional menuju pertanian organik.

Sehingga membuat para petani merubah kebiasaannya dalam melakukan pertanian anorganik menjadi pertanian organik, dan Hasilnya pun mampu menambah tingkat produktivitas pertanian semakin tinggi juga dapat bersaing di dalam negeri maupun di Luar negeri.

Begitulah sedikit mengenai penanaman organik yang semoga dapat meyakinkan para pembaca untuk melakukan pertanian organik. Di artikel kali ini, sesuai judulnya saya akan membahas tentang Cara Budidaya Sayuran Organik. Bagaimana Penanamannya dan mengelolanya? Yuk teruskan membaca.

Untuk menanam sayuran organik tidaklah terlalu sulit, anda juga tidak boleh menggunakan pupuk dan Peptisida yang mengandung bahan kimia. Karena di dalam pertanian organik hanya diperlukan bahan-bahan yang alami saja. Sehingga peminatnya untuk pembudidayaan tanaman secara organik ini memiliki banyak peminat, khususnya sayuran organik ini, karena seperti yang saya bilang tadi, Proses penanamannya menggunakan bahan yang alami, jadi lebih aman untuk di konsumsi tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Perlu anda ketahui, ketersediaan sayuran organik ini di pasar masih sangat terbatas, dan tidak semua Pasar menjual sayuran organik ini. Jadi untuk anda yang seorang pengusaha di bidang pertanian, atau anda seorang petani, dapat memanfaatkan peluang ini memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam makanan yang organik.

Selain dapat menyehatkan untuk tubuh manusia, Budidaya sayuran organik ini ternyata juga sangat baik untuk lahan yang ditanami, kenapa? Karena lahan tersebut terbebas dan terhindar Bahan kimia, sehingga kesuburan tanah tersebut tetap terjaga. Terdapat beberapa sayuran yang mudah dalam proses pembudidayaan secara organik, sebab memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi serangan hama yang kuat, contohnya seperti kangkung, selada, sawi putih, sawi hijau dan Sayuran lainnya.
Yuk kita jelaskan Prosesnya.

Proses Pembibitan
Di dalam proses pembibitan ini, yang pertama kali anda lakukan adalah dengan menyemai Benih pada sebuah media tanam yang ada. Media tanam ini bisa anda buat dengan mencampurkan tanah dengan pupuk Kompos dengan perbandingan 1:3. Untuk tempat persemaian anda bisa menggunakan baki semai atau sejenisnya, atau tempat persemaian yang cukup lebar.

Semai Biji dengan jarak kurang lebih 2 cm, lalu tunggu hingga Biji yang sudah di semai tersebut  tumbuh sampai keluar daunnya. Sembari menunggu, anda dapat menyirami rutin tiap pagi dan sore.
Untuk Penanaman Sayuran Organik ini bisa di tanam pada dua media, baik di tanah langsung ataupun di Polybag atau Pot. Kedua media ini diperlakukan berbeda-beda dan Persiapan lahannya pun berbeda juga.

*LIM CORPORATION, Pabrik & Distributor Plastik UV Greenhouse di Surabaya

•    Penanaman dengan media tanah langsung anda bisa memberi pupuk kompos supaya tanah tetap subur. Lalu anda dapat membuat Green House yang bagian atapnya terbuat dari Pelindung Plastik. Green House ini untuk apa? Untuk membantu pertumbuhan Sayuran Organik tentunya, karena menghindarkan dari tetesan air hujan dan Teriknya Matahari secara langsung dan juga hama-hama yang mungkin menyerang.
•    Penanaman dengan Media Polybag atau Pot, anda bisa menggunakan campuran tanah dan Kompos, perbandingannya kira-kira 1:2.


Proses Perawatan Sayuran Organik
•    Siramlah secara rutin tiap pagi dan sore dengan kadar yang Pas, jangan sampai Becek ya.
•    Lakukan Penyiangan di sekitar area tanaman, agar rumput-rumput liar tidak tumbuh. Untuk menghambat pertumbuhan rumput liar anda bisa menggunakan alat potong rumput atau cabut manual. Rumput liar dapat mengganggu pertumbuhan sayuran organik milik kita.
•    Berilah pupuk yang cukup, pastinya pupuk yang terbebas dari bahan kimia. Anda juga bisa menggunakan pupuk cair yang alami. Penggunaannya cukup mudah, anda tinggal menyemprotkan pada daun sayuran organic tersebut
•    Sayuran Organik rentan dengan serangan hama, anda perlu sering-sering memeriksanya. Anda bisa menggunakan obat-obatan yang dibuat secara alami untuk mengusir serangan hama dan penyakit.

Proses Panen Sayuran Organik
Sayur Organik dapat dipanen sesuai dengan jenis sayurnya. Karena terdapat jenis sayuran yang memiliki masa panen yang berbeda-beda. Masa panen sayur organik juga tidak jauh beda dengan sayuran biasa. Cara pemanenannya juga tidak jauh beda. Anda bisa memanen sayuran organic dengan menggunakan alat bantu sabit untuk mengangkat akarnya dengan hati-hati supaya tidak merusak sayuran lainnya yang belum siap panen.

Nah.. begitulah Cara Budidaya dari sayuran Organik yang bisa anda jadikan pilihan. Yang Organik lagi banyak dicari juga oleh masyarakat, sehingga bisa anda jadikan sebuah peluang untuk anda semua. Sekian dan Good Luck!

*Ingin tahu? apa sih Plastik UV dan Greenhouse itu ?? klik DISINI

Kamis, 22 Desember 2016

Cara Budidaya Tanaman dengan Aeroponik

Salah satu prasyarat kebahagiaan adalah kesehatan. Kesadaran akan gaya hidup sehat yang semakin tinggi di semua lapisan. Masyarakat menjadikan tanaman buah dan sayuran menjadi naik daun. Selain kaya akan serat, vitamin dan nutrisi yang baik untuk tubuh, rajin mengkonsumsi buah dan sayur dapat menjadikan tubuh semakin prima dan sehat.

Menanam sayur dan bukan hanya untuk dikonsumsi pribadi namun juga merupakan sarana edukasi yang penting bagi anak usia dini sekaigus sarana rekreasi pembuka wawasan dan mencerdaskan.

Tanaman sayur-sayuran merupakan tanaman yang memiliki peran penting. Selain untuk menunjang kesehatan, juga berperan dalam peningkatan keadaan finansial suatau negara. Tanaman sayur-sayuran bisa dikonsumsi dalam berbagai olahan, seperti jus, kuliner dan pelengkap kudapan. Ketertarikan masyarakat Indonesia untuk mulai menanam sayuran dengan memanfaatkan lahan kosong sekitar rumah menjadi tren yang tak asing lagi di perdengarkan. 

Terlebih lagi Teknik-teknik menanam sayur dengan memanfaatkan lahan sempit semakin variatif saja, seperti Hidroponik, Vertikultur dan Aeroponik menjadikan rasa haus masyarakat untuk mencoba langsung mempraktekannya semakin tinggi.

Apakah anda juga penasaran tentang bagaiman cara menanam sayuran dengan teknik Aeroponik? Jika iya, maka untuk membuka wawasan anda, langkah pertama adalah baca artikel ini sampai selesai.

Salah satu cara menanam sayuran yang mengundang rasa penasaran dan banyak menarik perhatian adalah Aeroponik. Aeroponik merupakan cara budidaya yang mulai diminati oleh masyarakat. Salah satu kunci keunggulan Aeroponik adalah oksigenasiai dari tiap butiran kabut halus larutan sehingga respirasi akar lancar dan menghasilkan banyak energi. Aeroponik juga merupakan metode alternatif budidaya tanaman dimana lingkungan pertumbuhan bagian akar menggantung di udara. 

Aeroponik bertujuan mengoptimalkan aerasi akar sehingga memproduksi umbi lebih tinggi dibandingkan dengan hidroponik.

Keunggulan lainnya adalah penggunaan air yang efisein, resirkulasi dan kontrol nutrisis serta pH yang baik. Tekni aeroponik telah digunakan dalam produksi benih hortikultura dan tanaman hias yang berbeda. Sistem Aeroponik untuk produksi benih dan umbi telah berhasil digunakan di Korea dan Cina.

Penasaran? Jikalau begitu, simak saja uraian singkat dibawah tentang cara budidaya tanaman dengan Aeroponik.

1.Sayuran yang ditanam biasanya sayuran yang memiliki umur panen cepat dan bernilai tinggi, seperti : selada, pakcoy dan kangkung.

2.Usahakan rancangan/Model Aeroponik memungkinkan akar mendapat udara segar, oksigen dan nutrisi yang cukup dan berkelanjutan.

3.Usahakan ukuran tetes air yang dibuat dapat memberikan semprotan ke akar dengan kabut halus sehingga kualitas tanaman yang dihasilkan berpotensi bermutu baik dan sehat.

4.Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun sistem Aeroponik sederhana adalah :
a.Jaringan irigasi sprinkler
b.Jet Pump (Pompa Air)
c.Nozzle Sprinkler
d.Pipa Paralon/PVC
e.Pipa Etilen
f.Rockwool/penyanggah
g.Styrofoam
h.Larutan Nutrisi
i.Bibit Tanaman

5.Cara kerjanya sederhana :
a. Styrofoam yang berbentuk lembaran diberi lubang tengahnya dengan jarak 15 cm.
b. Dengan menggunakan Rockwool, semaian sayuran ditancapkan pada lubang tanam. Akar akan menjuntai bebas ke bawah.
c. Di bawah helaian styrofoam, terdapat sprinkler yang menyemprotkan kabut sehingga mengenai akar. Sprinkler dijalankan oleh pompa bertekanan tinggi terus menerus danusahakan jangan sampai berhenti terlalu lama, karena dapat mengakibatkan tanaman akan layu.
d. Untuk mengantisipasi pengabutan berhenti, maka pengabutan baiknya diatur secara intermittend nyala-mati (on-off) bergantian menggunakan timer.
e. Bagian terpenting dalam Aeroponik adalah pengikatan oksigen oleh kabut air sehingga kandungan oksigen untuk akar akan meningkat.
f. Budidaya Aeroponik rentan dengan serangan penyakit busuk pada akar dan pangkal, untuk itu dianjurkan larutan nutrisi dicampurkan dengan Trichoderma cair.


Apa keuntungan yang didapatkan dari budidaya Aeropnik? Banyak sekali, diantaranya : Efisiensi tenaga kerja, ketersediaan nutrisi tanaman terjamin setiap saat, mengurangi dampak musim pada tanaman yang ditanam, tidak perlu melakukan rotasi tanaman sehingga petani bisa menanam setiap saat, yang paling penting sayur yang dihasilkan memiliki rasa segar, gurih, beraroma sedap dan enak dipandang. Maka budidaya tanaman dengan aeroponik dari teknik temuan Dr. Franco Massantini sangat mudah untuk diterapkan. So, selamat mencoba.

Dengan memadukan metode aeroponik dan greenhouse dapat memaksimalkan hasil panen. Jika anda membutuhkan plastik uv untuk atap greenhouse klik DISINI.