Jual Plastik UV (Ultra Violet) Untuk Greenhouse

Jumat, 13 Januari 2017

Penjemuran Kerupuk Tetap Berlangsung Meski Hujan Mengguyur

Musim hujan kini telah tiba, bahkan sebagian daerah di Indonesia telah diserang banjir karena curah hujan yang tinggi, hujan yang sebagian orang mengharapkan kehadirannya karena sangat membutuhkan air seperti petani, pemilik perkebunan, dan sebagian orang yang terserang kamaru panjang hingga mengalami kekeringan, namun tidak sedikit pula orang yang kurang mengharapkan hujan, salah satunya adalah para pengusaha kerupuk, emping, kopi dan cengkeh. Kita ketahui bahwa kerupuk, emping, kopi, daun teh, cengkeh dan aneka komoditi sebagian membutuhkan sinar matahari dalam pengolahannya, namun saat musim penghujan tiba matahri hanya muncul kurang dari 4 jam tiap harinya, hal ini yang menjadi momok besar bagi para pengusaha kerupuk atau emping.
# Baca juga Manfaat Menggunakan Plastik UV Greenhouse.

Bagi anda yang sangat bergantung pada sinar matahari untuk menjalankan usaha anda maka kini tak perlu khawatir saat matahari tidak muncul dimusim penghujan, dengan teknologi yang terbarukan menggunakan Plastik UV 6% anda tetap dapat menjalankan usaha anda tanpa takut produk anda tidak kering. Plastik UV 6%  ini mengandung IR (Infra Red) Additive yang berguna  untuk mengontrol temperature didalam ruangan, sehingga suhu didalam ruangan akan tetap normal saat siang hari / malam hari dalam cuaca panas maupun hujan. Plastik UV ini juga akan tetap awet, tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca panas maupun hujan.
# Klik DISINI untuk mendapatkan info pertanian dan perkebunan terlengkap.

Proses pengeringan dengan menggunakan plastik uv ini sangat mudah, anda tinggal membuat kerangka dari bambu, pipa pvc, ataupun dari baja ringan menyerupai kerangka pada greenhouse. Kemudian gunakan plastik UV untuk atap guna untuk pelindung saat proses penjemuran kerupuk sedang berlangsung, jadi Anda tidak perlu repot lagi kalau tiba-tiba hujan turun tanpa harus membereskan jemuran.

Selain untuk atap, anda juga bisa mengaplikasikan plastik UV 6% sebagai alas penjemuran, tujuannya agar sinar matahari yang masuk bisa dipantulkan lagi, sehingga proses pengeringan dari bagian bawah juga berlangsung, sehingga lebih cepat kering. Lebih maksimal jika barang yang dijemur tidak langsung bersentuhan dengan lantai, tapi diletakkan di atas bidak-bidak, sebelumnya bidak bagian atas dilapisi dulu dengan plastik UV.
# Baca juga 7 Keuntungan Memilih Menggunakan Greenhouse Untuk Pertanian.

Nah.. sangat mudah bukan?? Jadi mulai saat ini jangan jadikan musim penghujan  sebagai alasan untuk anda berhenti menjalankan usaha anda karena tidak adanya sinar matahari, jadikan musim penghujan sebagai berkah dengan tetap produksi meski hujan mengguyur dan matahari bersembunyi dibalik awan. Silahkan menghubungi kami untuk kebutuhan plastik UV 6% maupun 14% bagi yang memanfaatkan untuk Greenhouse. Masalah harga jangan ditanyakan, ada harga pasti ada kualitas juga ya kan??



 Kami menyediakan plastik UV lokal maupun import dengan ukuran 3mx100mx200mic, 6mx60mx200mic, 8mx45mx200 mic. Hub. 081232584950 / 087702821277 / 085233925564 (call hanya pada jam kerja Pkl. 08.00 - 16.00 WIB) untuk tanya harga juga bisa via sms (24 jam).

Kamis, 05 Januari 2017

Pengeringan Kacang Tanah dengan Plastik Ultraviolet

Sekarang ini sebagian besar Pulau Jawa kerap diguyur hujan walau tengah musim kemarau. Fenomena alam yang susah diperkirakan ini memaksa kita untuk pikirkan bagaimana produksi serta sistem pengeringan tetaplah jalan meskipun tengah hujan. Lantaran banyak pelaku UKM yg tidak bermodal besar, untuk sistem penjemuran serta pengeringan tetap masih memakai cahaya matahari. mereka banyak yang belum dapat beli perlengkapan mesin pengering.

Pengeringan sendiri pada dasarnya merupakan suatu cara untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya dengan menggunakan energi panas.  Penurunan kandungan air biasanya dilakukan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga enzim dan mikroba penyebab kerusakan bahan pangan menjadi tidak aktif atau mati.

Proses pengeringan seringkali digunakan untuk mengolah komoditas pertanian karena sifatnya yang mudah rusak.  Selain itu pengeringan komoditas pertanian juga dapat meningkatkan nilai ekonomis produk.  Akan tetapi, seringkali pada saat proses pengeringan berlangsung terjadi masalah, terutama pada pengeringan dengan sistem konvensional atau penjemuran di bawah sinar matahari langsung (Yuwana, et.al., 2011a). Hal ini disebabkan proses pengeringan tersebut sangat bergantung pada cuaca, luasan alas jemur dan lain-lain.  Oleh sebab itu, perlu dikembangkan suatu prototipe yang sederhana, ekonomis dan dapat mengatasi masalah dalam proses pengeringan komoditas pertanian.
# Baca juga Mengapa Harus Menggunakan Plastik UV.

Plastik UV (Ultra Violet) Untuk Atap & Alas Penjemuran/Pengeringan
Solusi yang paling pas untuk proses pengeringan di saat cuaca tidak menentu adalah dengan menggunakan plastik UV. Kenapa menggunakan plastik UV, bukan plastik bening biasa? Karena plastik UV memang sudah didesain pemakaiannya untuk atap greenhouse, mengandung bahan kimia tertentu yang membuat plastik ini tetap awet, tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca panas maupun hujan. Dan plastik UV memiliki ketebalan 200 mikron (0,20) jadi lebih tebal dan kuat dibanding plastik biasa. Kalau menggunakan plastik bening biasa dikuatirkan akan mudah robek, membutuhkan biaya perawatan yang lebih besar.



Nah.. saat ini akan kami ulas sedikit tentang pengeringan pada kacang tanah. Menurut hasil uji coba prototipe menunjukkan pengeringan dengan plastik UV mampu menurunkan kadar air pada kacang tanah lebih cepat dari penjemuran tradisional.  Laju pengeringan kacang tanah dengan pengering adalah KApg=  79,106e-0.056t, sedangkan dengan penjemuran adalah KApj=  73,241e-0.035t . Kelembaban relatif ruang pengering selalu lebih rendah (rata-rata 42,8%) dibandingkan kelembaban relatif udara luar (rata-rata 70,8%).  Hal ini menunjukkan bahwa pengering mampu menghasilkan udara panas dan kering yang cukup signifikan sehingga dapat mempercepat proses pengeringan.  Dari aspek luasan yang diperlukan, pengering hanya membutuhkan luasan 1 : 2,4 dibanding dengan luasan yang dibutuhkan oleh penjemuran tradisional.
#Baca juga Plastik UV Greenhouse Penahan Hama.

Plastik UV tidak hanya bisa digunakan untuk atap dalam proses pengeringan pada kacang tanah saja, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk hasil panen lainnya seperti: padi, kedelai, jagung, kopi, teh, kakao, ikan, dll. Plastik UV inipun juga bisa digunakan untuk pengeringan pada isdustri batu bata, genteng, batako, paving, dll. Kami menjual plastik UV dengan kandungan UV protektor 6% dan 14%. Biasanya kalau untuk green house menggunakan kandungan UV yang 14%. Sedangkan untuk proses penjemuran dan pengeringan sebaiknya memakai kandungan UV yang 6%. Semakin besar kandungan UV protektor maka plastik akan semakin buram (gelap). Ukuran plastik UV: lebar 300cm, panjang 100m, tebal 200 mikron (0,20), berat sekitar 55-56kg per roll. warna bening agak buram seperti putih susu tapi lebih terang. Dengan dipayungi atap dari plastik uv maka tidak repot lagi kalau tiba-tiba hujan turun, tidak repot-repot harus membereskan jemuran.
# Untuk info harga plastik UV terupdate silahkan klik DISINI.

Senin, 02 Januari 2017

Cara Mudah Budidaya Tanaman Jenis Citrus

Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam.


Pembibitan
Tanaman jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan 3 cara, yakni dengan cara generatif, vegetatif, serta gabungan dari kedua cara tersebut.

- Cara generatif dilakukan dengan mengambil biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua. Biji tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari selama 2 - 3 hari sampai lender yang menyelimuti biji tersebut hilang. Biji yang sudah kering tersebut selanjutnya ditanam di ladang persemaian. Cara generatif ini memiliki kekurangan, yakni butuh waktu yang lama, sekitar 5 – 6 tahun, untuk menunggu tanaman jeruk nipis berbuah. Kelebihannya, batang pohon yang diperoleh dengan cara generatif ukurannya lebih besar dan lebih kokoh.

- Cara Vegetatif dilakukan dengan mencangkok cabang atau ranting pohon jeruk nipis untuk ditanam di lahan tanam. Cabang atau ranting yang akan dicangkok harus dipilih yang umurnya sedang, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Kuliti cabang/ranting tersebut sepanjang 5 – 10 cm, dan kerat kambiumnya sampai bersih, lalu angin-anginkan selama 1 x 24 jam. Setelah itu, tutup bagian cabang/ranting yang telah dikuliti dengan tanah dan bungkus menggunakan sabut kelapa.
# Baca juga Mengenal Jenis Plastik Ultraviolet

Ikat kedua ujung sabut tersebut seperti mengikat permen, dan jaga kelembaban cangkokan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah tumbuh banyak akar pada cangkokan, potong cabang/ranting yang dicangkok dan tanamlah di lahan tanam. Tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pencangkokan akan lebih cepat berbuah, namun memiliki batang yang rapuh, dan lebih mudah terserang penyakit.

- Cara pembibitan dengan menggabungkan cara generatif dan vegetatif disebut juga okulasi. Cara ini dapat dilakukan jika ada tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pembibitan secara generatif yang memiliki batang kuat dan tahan penyakit. Untuk melakukan okulasi, ambillah mata tunas dari pohon jeruk nipis (bisa juga jenis jeruk lainnya) yang buahnya besar dengan cara mengirisnya dari batang sedalam 1,5 cm. Bersihkan ujung-ujung irisan tersebut hingga berbentuk segi empat. Buat pula lubang segiempat dengan ukuran yang sama pada batang induk dan masukkan irisan mata tunas tadi ke lubang batang induk.

Saat memasukkan atau menempel irisan mata tunas ke batang induk, jaga agar tidak ada kotoran yang menempel pada kambium, karena akan mengganggu proses pertumbuhan mata tunas. Setelah mata tunas ditempelkan, ikat dengan tali plastik. Dua minggu setelah proses okulasi, hasilnya sudah bisa dilihat, apakah berhasil atau tidak. Jika berhasil, mata tunas tersebut akan berwarna hijau segar dan melekat dengan sempurna pada batang induk.
# Baca juga Kiat dan Cara Budidaya Tanaman Hias

Penanaman
- Buatlah lubang tanam berukuran 80 x 80 x 80 cm, dan biarkan lubang tanam tersebut selama 2 – 4 minggu. Setelah itu masukkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 20 kg untuk setiap lubang tanam, dan biarkan kembali selama 5 – 7 hari.

- Selanjutnya bibit jeruk sudah dapat ditanam pada lubang tanam dengan jarak tanam sekitar 5 x 5 meter atay 6 x 6 meter.

Pemanenan
 - Tanaman jeruk nipis berbuah untuk pertama kalinya pada umur 3 tahun, hanya saja buah yang dihasilkan relatif masih sedikit. Saat berumur 4 – 5 tahun produktifitas jeruk nipis mencapai 20 kg buah untuk setiap batang pohon. Produktifitas tersebut meningkat pada umur 6 – 15 tahun dengan menghasilkan sekitar 50 kg untuk setiap batang pohon. Pada umur 16 tahun lebih produktifitas kembali menurun dengan hanya menghasilkan 30 kg perbatang pohon.

- Sejak berbunga hingga bunga tersebut menjadi buah yang siap dipetik, dibutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 7 – 8 bulan. Buah yang sudah tua dan siap dipetik ciri-cirinya berwarna hijau kekuning-kuningan, tidak terlalu keras, dan bagian bawah buah sudah agak empuk saat ditekan.

- Untuk memetik buah jeruk tipis dapat digunakan pisau tajam atau gunting pangkas. Cara memetiknya dengan memotong tangkai batang.

- Buah jeruk nipis yang sudah dipetik, diletakkan dalam keranjang atau wadah lainnya yang diberi alas jerami atau kain yang lembut.
# Dapatkan info pertanian & perkebunan terupdate klik DISINI

Sabtu, 24 Desember 2016

Cara Budidaya Sayuran Organik

Saat ini pertanian yang serba organik semakin banyak diminati oleh seluruh kalangan masyarakat yang profesinya seorang petani, ataupun pengelola tanaman budidaya. Biasanya mereka memiliki lahan pertanian yang ditanami tanaman-tanaman jenis buah maupun sayuran. Salah satunya dengan melakukan penanaman organik bisa lebih hemat dan juga dapat meningkatkan hasil panen sampai dua kali lipat.

Selain itu dengan pertanian organik, masyarakat petani dapat memperoleh banyak pelajaran berharga dalam memanfaatkan lahan mereka secara maksimal tanpa adanya perusakan komponen yang terdapat dalam lingkungan ekosistem alam.

*baca juga artikel berikut ini Greenhouse Untuk Anggrek 

Di era yang serba modern ini, membuat masyarakat petani secara perlahan dirubah pola fikirnya dari yang melakukan cara-cara pertanian anorganik atau konvensional menuju pertanian organik.

Sehingga membuat para petani merubah kebiasaannya dalam melakukan pertanian anorganik menjadi pertanian organik, dan Hasilnya pun mampu menambah tingkat produktivitas pertanian semakin tinggi juga dapat bersaing di dalam negeri maupun di Luar negeri.

Begitulah sedikit mengenai penanaman organik yang semoga dapat meyakinkan para pembaca untuk melakukan pertanian organik. Di artikel kali ini, sesuai judulnya saya akan membahas tentang Cara Budidaya Sayuran Organik. Bagaimana Penanamannya dan mengelolanya? Yuk teruskan membaca.

Untuk menanam sayuran organik tidaklah terlalu sulit, anda juga tidak boleh menggunakan pupuk dan Peptisida yang mengandung bahan kimia. Karena di dalam pertanian organik hanya diperlukan bahan-bahan yang alami saja. Sehingga peminatnya untuk pembudidayaan tanaman secara organik ini memiliki banyak peminat, khususnya sayuran organik ini, karena seperti yang saya bilang tadi, Proses penanamannya menggunakan bahan yang alami, jadi lebih aman untuk di konsumsi tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Perlu anda ketahui, ketersediaan sayuran organik ini di pasar masih sangat terbatas, dan tidak semua Pasar menjual sayuran organik ini. Jadi untuk anda yang seorang pengusaha di bidang pertanian, atau anda seorang petani, dapat memanfaatkan peluang ini memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam makanan yang organik.

Selain dapat menyehatkan untuk tubuh manusia, Budidaya sayuran organik ini ternyata juga sangat baik untuk lahan yang ditanami, kenapa? Karena lahan tersebut terbebas dan terhindar Bahan kimia, sehingga kesuburan tanah tersebut tetap terjaga. Terdapat beberapa sayuran yang mudah dalam proses pembudidayaan secara organik, sebab memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi serangan hama yang kuat, contohnya seperti kangkung, selada, sawi putih, sawi hijau dan Sayuran lainnya.
Yuk kita jelaskan Prosesnya.

Proses Pembibitan
Di dalam proses pembibitan ini, yang pertama kali anda lakukan adalah dengan menyemai Benih pada sebuah media tanam yang ada. Media tanam ini bisa anda buat dengan mencampurkan tanah dengan pupuk Kompos dengan perbandingan 1:3. Untuk tempat persemaian anda bisa menggunakan baki semai atau sejenisnya, atau tempat persemaian yang cukup lebar.

Semai Biji dengan jarak kurang lebih 2 cm, lalu tunggu hingga Biji yang sudah di semai tersebut  tumbuh sampai keluar daunnya. Sembari menunggu, anda dapat menyirami rutin tiap pagi dan sore.
Untuk Penanaman Sayuran Organik ini bisa di tanam pada dua media, baik di tanah langsung ataupun di Polybag atau Pot. Kedua media ini diperlakukan berbeda-beda dan Persiapan lahannya pun berbeda juga.

*LIM CORPORATION, Pabrik & Distributor Plastik UV Greenhouse di Surabaya

•    Penanaman dengan media tanah langsung anda bisa memberi pupuk kompos supaya tanah tetap subur. Lalu anda dapat membuat Green House yang bagian atapnya terbuat dari Pelindung Plastik. Green House ini untuk apa? Untuk membantu pertumbuhan Sayuran Organik tentunya, karena menghindarkan dari tetesan air hujan dan Teriknya Matahari secara langsung dan juga hama-hama yang mungkin menyerang.
•    Penanaman dengan Media Polybag atau Pot, anda bisa menggunakan campuran tanah dan Kompos, perbandingannya kira-kira 1:2.


Proses Perawatan Sayuran Organik
•    Siramlah secara rutin tiap pagi dan sore dengan kadar yang Pas, jangan sampai Becek ya.
•    Lakukan Penyiangan di sekitar area tanaman, agar rumput-rumput liar tidak tumbuh. Untuk menghambat pertumbuhan rumput liar anda bisa menggunakan alat potong rumput atau cabut manual. Rumput liar dapat mengganggu pertumbuhan sayuran organik milik kita.
•    Berilah pupuk yang cukup, pastinya pupuk yang terbebas dari bahan kimia. Anda juga bisa menggunakan pupuk cair yang alami. Penggunaannya cukup mudah, anda tinggal menyemprotkan pada daun sayuran organic tersebut
•    Sayuran Organik rentan dengan serangan hama, anda perlu sering-sering memeriksanya. Anda bisa menggunakan obat-obatan yang dibuat secara alami untuk mengusir serangan hama dan penyakit.

Proses Panen Sayuran Organik
Sayur Organik dapat dipanen sesuai dengan jenis sayurnya. Karena terdapat jenis sayuran yang memiliki masa panen yang berbeda-beda. Masa panen sayur organik juga tidak jauh beda dengan sayuran biasa. Cara pemanenannya juga tidak jauh beda. Anda bisa memanen sayuran organic dengan menggunakan alat bantu sabit untuk mengangkat akarnya dengan hati-hati supaya tidak merusak sayuran lainnya yang belum siap panen.

Nah.. begitulah Cara Budidaya dari sayuran Organik yang bisa anda jadikan pilihan. Yang Organik lagi banyak dicari juga oleh masyarakat, sehingga bisa anda jadikan sebuah peluang untuk anda semua. Sekian dan Good Luck!

*Ingin tahu? apa sih Plastik UV dan Greenhouse itu ?? klik DISINI

Kamis, 22 Desember 2016

Cara Budidaya Tanaman dengan Aeroponik

Salah satu prasyarat kebahagiaan adalah kesehatan. Kesadaran akan gaya hidup sehat yang semakin tinggi di semua lapisan. Masyarakat menjadikan tanaman buah dan sayuran menjadi naik daun. Selain kaya akan serat, vitamin dan nutrisi yang baik untuk tubuh, rajin mengkonsumsi buah dan sayur dapat menjadikan tubuh semakin prima dan sehat.

Menanam sayur dan bukan hanya untuk dikonsumsi pribadi namun juga merupakan sarana edukasi yang penting bagi anak usia dini sekaigus sarana rekreasi pembuka wawasan dan mencerdaskan.

Tanaman sayur-sayuran merupakan tanaman yang memiliki peran penting. Selain untuk menunjang kesehatan, juga berperan dalam peningkatan keadaan finansial suatau negara. Tanaman sayur-sayuran bisa dikonsumsi dalam berbagai olahan, seperti jus, kuliner dan pelengkap kudapan. Ketertarikan masyarakat Indonesia untuk mulai menanam sayuran dengan memanfaatkan lahan kosong sekitar rumah menjadi tren yang tak asing lagi di perdengarkan. 

Terlebih lagi Teknik-teknik menanam sayur dengan memanfaatkan lahan sempit semakin variatif saja, seperti Hidroponik, Vertikultur dan Aeroponik menjadikan rasa haus masyarakat untuk mencoba langsung mempraktekannya semakin tinggi.

Apakah anda juga penasaran tentang bagaiman cara menanam sayuran dengan teknik Aeroponik? Jika iya, maka untuk membuka wawasan anda, langkah pertama adalah baca artikel ini sampai selesai.

Salah satu cara menanam sayuran yang mengundang rasa penasaran dan banyak menarik perhatian adalah Aeroponik. Aeroponik merupakan cara budidaya yang mulai diminati oleh masyarakat. Salah satu kunci keunggulan Aeroponik adalah oksigenasiai dari tiap butiran kabut halus larutan sehingga respirasi akar lancar dan menghasilkan banyak energi. Aeroponik juga merupakan metode alternatif budidaya tanaman dimana lingkungan pertumbuhan bagian akar menggantung di udara. 

Aeroponik bertujuan mengoptimalkan aerasi akar sehingga memproduksi umbi lebih tinggi dibandingkan dengan hidroponik.

Keunggulan lainnya adalah penggunaan air yang efisein, resirkulasi dan kontrol nutrisis serta pH yang baik. Tekni aeroponik telah digunakan dalam produksi benih hortikultura dan tanaman hias yang berbeda. Sistem Aeroponik untuk produksi benih dan umbi telah berhasil digunakan di Korea dan Cina.

Penasaran? Jikalau begitu, simak saja uraian singkat dibawah tentang cara budidaya tanaman dengan Aeroponik.

1.Sayuran yang ditanam biasanya sayuran yang memiliki umur panen cepat dan bernilai tinggi, seperti : selada, pakcoy dan kangkung.

2.Usahakan rancangan/Model Aeroponik memungkinkan akar mendapat udara segar, oksigen dan nutrisi yang cukup dan berkelanjutan.

3.Usahakan ukuran tetes air yang dibuat dapat memberikan semprotan ke akar dengan kabut halus sehingga kualitas tanaman yang dihasilkan berpotensi bermutu baik dan sehat.

4.Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun sistem Aeroponik sederhana adalah :
a.Jaringan irigasi sprinkler
b.Jet Pump (Pompa Air)
c.Nozzle Sprinkler
d.Pipa Paralon/PVC
e.Pipa Etilen
f.Rockwool/penyanggah
g.Styrofoam
h.Larutan Nutrisi
i.Bibit Tanaman

5.Cara kerjanya sederhana :
a. Styrofoam yang berbentuk lembaran diberi lubang tengahnya dengan jarak 15 cm.
b. Dengan menggunakan Rockwool, semaian sayuran ditancapkan pada lubang tanam. Akar akan menjuntai bebas ke bawah.
c. Di bawah helaian styrofoam, terdapat sprinkler yang menyemprotkan kabut sehingga mengenai akar. Sprinkler dijalankan oleh pompa bertekanan tinggi terus menerus danusahakan jangan sampai berhenti terlalu lama, karena dapat mengakibatkan tanaman akan layu.
d. Untuk mengantisipasi pengabutan berhenti, maka pengabutan baiknya diatur secara intermittend nyala-mati (on-off) bergantian menggunakan timer.
e. Bagian terpenting dalam Aeroponik adalah pengikatan oksigen oleh kabut air sehingga kandungan oksigen untuk akar akan meningkat.
f. Budidaya Aeroponik rentan dengan serangan penyakit busuk pada akar dan pangkal, untuk itu dianjurkan larutan nutrisi dicampurkan dengan Trichoderma cair.


Apa keuntungan yang didapatkan dari budidaya Aeropnik? Banyak sekali, diantaranya : Efisiensi tenaga kerja, ketersediaan nutrisi tanaman terjamin setiap saat, mengurangi dampak musim pada tanaman yang ditanam, tidak perlu melakukan rotasi tanaman sehingga petani bisa menanam setiap saat, yang paling penting sayur yang dihasilkan memiliki rasa segar, gurih, beraroma sedap dan enak dipandang. Maka budidaya tanaman dengan aeroponik dari teknik temuan Dr. Franco Massantini sangat mudah untuk diterapkan. So, selamat mencoba.

Dengan memadukan metode aeroponik dan greenhouse dapat memaksimalkan hasil panen. Jika anda membutuhkan plastik uv untuk atap greenhouse klik DISINI.

Senin, 19 Desember 2016

Prospek Bisnis Sayuran Organik

 Back to Nature. Begitulah semboyan yang akhir-akhir ini didengungkan oleh berbagai kalangan. Industri dan teknologi yang tidak ramah lingkungan membuat manusia cenderung memilih produk yang berlabel eco-friendly. Memilih sayuranpun harus yang ramah lingkungan atau organik. Sayuran organik adalah sayuran yang tidak melibatkan bahan kimia (pestisida, herbisida, insektisida) dalam budidaya dan pengelolaannya sehingga secara kesehatan akan lebih aman dikonsumsi.
Ada beberapa alasan penting mengapa bisnis sayuran organik menjadi pilihan masa kini. Mari kita baca satu demi satu alasannya!
1. Teknologi sederhana
Jangan pernah takut untuk memulai bisnis sayuran organik. Karena tidak melibatkan bahan kimia, kita tidak terlalu membutuhkan teknologi yang tinggi dan mahal untuk budisaya sayur organik. Karena semua bernuansa organik, pupuk yang harus kita gunakanpun pupuk organik yang sering kita temui di sekitar lingkungan (terutama untuk kita yang tinggal di pedesaan). Contoh pupuk organik yang sering digunakan adalah kotoran kambing dan sapi. Selain dari kotoran hewan, serasah daun atau daun kering, kulit buah yang biasa terbuang serta buah busuk yang jatuh dari pohon juga dapat dijadikan pupuk organik.
2. Sehat dan aman dikonsumsi.
Bahan-bahan kimia seperti pestisida, insektisida, dan herbisida dapat meracuni tubuh, bahkan dalam jangka panjang menyebabkan kanker. Pupuk organik memiliki zat-zat alami yang tidak membahayakan keberlangsungan hidup sayuran, sehingga jika sayur dikonsumsi oleh konsumen tidak akan membahayakan kesehatan. Bahkan kandungan vitamin pada sayur organik lebih tinggi dibanding sayur anorganik. Selain menjual kepada konsumen, kita juga dapat mengkonsumsi sendiri sayuran sehat yang telah kita tanam. Semakin bermanfaat prosuk yang kita jual, keberkahan rizki juga diharapkan akan semakin meningkat. Aamiin 
3. Hemat Lahan dan sehat lahan.
Indonesia merupakan negara tropis. Sebagian besar sumber daya alamnya belum dieksplorasi secara maksimal, bahkan belum terjamah. Berbagai jenis sayuran dengan banyak sekali varietas mulai dibudidayakan. Sayur-sayur yang dibudidayakan secara organik lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan dinamika alam karena kondisi fisiologisnya yang tidak jauh beda dibandingkan ketika diberi pupuk kimia dan berbagai jenis herbisida, pestisida, serta insektisida. Penggunaan insektisida, pestisida, dan herbisida dapat menyebabkan resistensi (kekebalan) pada gulma, hama, dan berbagai penyebab penyakit tanaman ketika konsentrasi zat kimia yang digunakan melebihi ambang batas. Oleh karena itu, pengendalian serangga, hama, gulma, dan penganggu tanaman yang lain dapat menggunakan agen hayati berupa musuh alami agar tidak menganggu keseimbangan lingkungan.
Menanam sayur organik dalam tahap awal tidak memerlukan lahan berhektar-hektar. Kebun belakang rumah atau pekarangan halaman rumah dapat digunakan untuk menanam sayur organik. Beberapa jenis sayur organik seperti selada, bayam, dan wortel dapat dipanen seminggu sekali hingga sebulan sekali. Satu kilogram lada dapat mencapai harga kurang lebih  Rp. 40.000. Apabila  kita menyediakan lahan 10 meter saja, diperoleh 30 kg selada tiap minggunya. Berapa penghasilan kita dalam sebulan? Rp. 1.200.000. Lumayan kan?
Selain hemat lahan, penanaman sayur organik juga baik untuk kesuburan tanah. Secara ekologis, serasah daun suatu tumbuhan atau tanaman sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan dan pembuahan (reproduksi). Penggunaan pupuk kimia seperti urea, NPK, dan sebagainya justru membuat tanah lama-lama menjadi keras dan sulit untuk ditanami sayuran karena bahan kimia dalam pupuk merusak struktur alami tanah dan membunuh hewan-hewan (biasanya mesofauna)dan mikroorganisme yang berperan menyuburkan tanah. Oleh karena itu, kita harus beralih ke pupuk organik, karena pupuk organik membantu menyuburkan tanah, selain memberikan nutrisi pada sayuran yang kita tanam, pupuk organik juga memberikan nutrisi untuk kehidupan para agen hayati yang berperan menyuburkan tanah. Sehingga keseimbangan ekologi terjaga, tanah menjadi subur, lingkungan asri dan lestari.
#Untuk info harga terupdate silahkan klik DISINI.
4. Peluang pasar tinggi
Munculnya berbagai penyakit akibat makanan sepat saji dan junk food menyebabkan masyarakat berbagai kalangan seperti para pejabat, artis, bahkan hingga masyarakat golongan menengah ke bawah mulai memiliki kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat berupa sayur-sayur organik. Permintaan sayur organik dai waktu ke waktu semakin meningkat, namun belum banyak orang – orang yang menekuni usaha sayur organik. Anda kah yang akan mengisi peluang tinggi ini?
Selamat mencoba bisnis sayuran organik! 

Selasa, 13 Desember 2016

Plastik UV Greenhouse Penahan Hama Tanaman Hias


Kami jual plastik UV dengan kualitas terbaik, khusus bagi Anda yang mempunyai masalah hama pada pengelolaan tanaman hias. Harga plastik UV terjangkau, ecer/ grosir kami layani, termasuk pemesanan dengan ukuran tertentu.
 
Hama merupakan musuh besar tanaman. Organisme yang mengganggu pertumbuhan tanaman ini dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar jika Anda tak mampu mengatasinya. Hama bisa langsung menyerang dalam waktu sekejap dan langsung membuat tanaman Anda mati. Organisme ini dapat merupakan semua hewan yang merugikan seperti ulat, burung, kutu tanaman dan lain sebagainya. Bukan mustahil lagi Anda tak bisa membalikkan modal yang sudah Anda berikan karena gagal panen.
#Baca juga Perlakuan Pasca Panen Pada Kopi.

Termasuk jika Anda merupakan seseorang yang mempunyai hoby memelihara tanaman hias. Anda punya PR besar untuk menahan hama dari tanaman hias yang Anda miliki. Salah satu cara untuk menahannya adalah dengan membuat greenhouse di pekarangan rumah. Jika lahan yang dimiliki tak mencukupi, Anda bisa membuat mini greenhouse. Pembuatan mini greenhouse ini mirip dengan greenhouse pada umumnya, hanya saja ukurannya diperkecil menyesuaikan ketersediaan lahan.

Kalau berbicara greenhouse pastinya Anda mengenal baik plastik UV greenhouse. Ya, plastik yang dijadikan atap pada greenhouse untuk melindungi cuaca yang kurang mendukung pertumbuhan tanaman hias Anda. Dengan perlindungan plastik UV greenhouse ini, Anda bisa meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman hias, tentunya selain dengan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.
#Baca juga Mengapa Harus Menggunakan Plastik UV?

Plastik UV greenhouse juga mempunyai kemampuan untuk melindungi tanaman Anda dari serangan hama. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prabhat Kumar dan H-M Poehling tahun 2006 yang dipublikasikan oleh Entomological Society of America menyebutkan bahwa dengan memakai plastik UV greenhouse mereka mampu mengurangi resiko tanaman tomat yang terserang virus. Ketika belum memakai blocking dengan plastik UV, tanaman yang terserang sekitar 96-100%, namun setelah menggunakan plastik UV hanya sekitar 6-10% saja yang terserang.

Begitu pentingnya pemakaian plastik UV greenhouse, kami berusaha memenuhi kebutuhan Anda. Kami jual plastik UV dengan harga yang sangat terjangkau. Pabrik plastik UV kami menyediakan plastik UV dengan ukuran 300 cm x 100 m x 200 mikrometer, dengan netto 55-56 kg per roll. Ada 2 spesifikasi kandungan UV protektor yang kami jual, yaitu 6% dan 14%. Secara fisik, jika kandungan UV lebih rendah plastik UV akan terlihat lebih bening daripada plastik UV yang kandungan UV-nya lebih tinggi.

Jika Anda membutuhkan plastik UV dengan ukuran khusus dan dengan kandungan UV protektor tertentu, Anda bisa memesan ke kami. Tentunya ketika ingin membuat mini greenhouse, plastik UV yang dibutuhkan akan menyesuaikan luas permukaan yang akan ditutupi oleh plastik UV tersebut. Jadi Anda bisa kalkulasi semua kebutuhan plastik UV dan berapa budget yang perlu dikeluarkan. Sehingga estimasi pembiayaan sesuai rencana.

Sudah siap membuat mini greenhouse di pekarangan rumah Anda? Kami pabrik plastik uv akan memenuhi semua kebutuhan Anda. Untuk info harga plastik uv terupdate silahkan klik DISINI dan pemesanannya bisa melalui SMS/Call/WA: 0877-0282-1277 (XL) atau 0852-3392-5564 (As) atau 08123-258-4950 (Simpati). Phone/Fax: 031-8830487 dan melalui Email: limcorporation2009@gmail.com 
#Klik DISINI untuk mendapatkan info pertanian dan perkebunan terupdate .

Sebagai info tambahan, jika Anda memiliki produk yang perlu dikeringkan, Anda bisa memakai plastik UV dengan kandungan uv 6%. Hal ini lebih efektif dari pada Anda keringkan di bawah sinar matahari langsung. Dan Anda tak perlu cepat - cepat memindahkan produk tersebut ketika cuaca mendadak berubah.