Jual Plastik UV (Ultra Violet) Untuk Greenhouse: Panduan Dasar Lengkap Budidaya Tanaman Hidroponik (dengan Plastik UV)

Sabtu, 20 Agustus 2016

Panduan Dasar Lengkap Budidaya Tanaman Hidroponik (dengan Plastik UV)


Panduan Dasar Lengkap Budidaya Tanaman Hidroponik (dengan Plastik UV)
Model tanaman hidroponik semakin diminati masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan. Berikut kami ulas lengkap, sederhana, detail dan pokok dari pembahasan Tanaman Hidroponik. Panduan Dasar Lengkap Budidaya Tanaman Hidroponik dengan penggunaan Plastik UV.
Secara umum, pola tanam media hidroponik adalah penyempurnaan dari cara budidaya tanman hias dalam greenhouse.

Pengertian
Hidroponik adalah salah satu metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan. Tanaman hidroponik dalam rangka memaksimalkan manfaat cara budidaya tanman hias dalam greenhouse. Cara ini terbukti efektif dalam penyerapan nutrisi sekaligus sangat hemat air. Jadi sangat sesuai untuk Anda yang tinggal di wilayah perkotaan dengan akses lahan dan air yang terbatas.

Prinsip
Efektifitas Hidroponik terjadi karena nutrisi yang diperlukan tanaman diberikan langsung dalam bentuk larutan.
Jenis Tanaman
Banyak tanaman yang dapat dikelola dengan model hidroponik. Apa saja, berikut ringkasan contohnya.
  • Tanaman buah, seperti hidroponok buah melon, semangka, mangga, strawberry, dan lain-lain.
  • Tanaman sayuran, seperti hidrponik sayur tomat, cabai, paprika, timun, sawi, terong, kangkung, selada dan lain-lain.
Keuntungan Tanaman Hidroponik
Setelah mengenal pengertian singkat, jenis tanaman dan prinsip hidroponik, lalu bagaimana perbandingan dan kelebihannya dibandingkan dengan metode tanam manual? Berikut beberapa keuntungannya.
  • Tidak tergantung musim.
  • Pertumbuhan dapat lebih cepat.
  • Kuantitas dan kualitas produksi umumnya lebih tinggi.
  • Mudah dan sederhana dalam perawatan
  • Lebih aman dari serangan hama dan penyakit.
  • Tidak banyak memerlukan tempat.
Tempat Hidroponik
Di mana saja bisa. Asalkan: terlindung dari hujan, cukup sinar matahari, bersih, tempat terlindungi dari serangan hama (secara umum dibuat dengan green house, naungan paranet dan penggunaan plastic UV greenhouse).

Saatnya Proses Persiapan Persemaian
Untuk proses penyemaian, siapkan media berikut: (1) kotak semai – dari kayu atau plastic, (2) Arang Sekam, (3) pasir lembut dan bersih.
  • Siapkan kotak semai (dari papan kayu atau plastik, atau kotak plastic yang banyak dijual di toko pertanian)
  • Kotak semai yang dari bahan papan ukuran panjang sekitar 100 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 5 cm.
  • Persiapkan Membuat Arang Sekam: tungku pembakaran (bisa dari kaleng-kaleng yang dilubangi), proses pembakaran sekam dalam tungku (bisa dari tatal kayu, damen, kayu, kertas, dan lain-lain). Tutup dengan damen keseluruhan tungku pembakaran.
  • Balik sekam padi yang terbakar agar tidak menjadi abu. Biasanya sekam yang sudah terbakar.
  • Setelah selesai, siram sekam padi yang terbakar dengan air.
  • Setelah dingin, sekam siap digunakan. Jangan lupa campurkan dengan pasir halus yang sudah dibersihkan (dicuci hingga air jernih).
Persemaian
  • Siapkan benih tanaman yang diinginkan. Bisa sayuran atau buah-buahan sebagaimana jenis sayur dan buah yang sudah kami sebutkan di atas.
  • Rendam terlebih dahulu benih, pilih yang utuh tidak cacat. Jangan lupa rendam benih dalam larutan pestisida konsentrasi 0,02 persen skitar 15 menit saja.
  • Taburkan padsa garitas kotak sekam.
  • Tutup tipis dengan pasir steril atau damen arang sekam tipis saja.
  • Siram hingga sekam basah secara merata
Perawatan Pesemaian
Perawatan dimaksudkan agar pertumbuhan bibit sempurna. Berikut rangkumannya.
  • Kontrol persemaian setiap hari. Lakukan penyiraman secukup setiap hari (tidak harus pagi dan sore. Tetapi control kondisi persemaian agar tidak kekeringan. Itu saja)
  • Lakukan hingga sekitar 15 hari.
  • Pilih bibit yang baik, utuh dan tumbuh sempurna. Pindahkan bibit ke polybag sekam atau pada pot sekam.
  • Ciri bibit yang baik adalah: (1) warna daun hijau cerah, (2) batang lurus dan kokoh, (3) tidak ada hama atau penyakit.
Setelah semua proses di atas selesai, maka saatnya melakukan penanaman hidroponik hingga panen. Gunakan naungan paranet yang sesuai dan juga Penggunaan plastik UV untuk budidaya tanaman hidroponik, khususnya dalam rangka melindungi tanaman dari serangan hama. Pada proses perawatan, lakukan penyiraman sekali setiap hari (pagi hari). Jangan lupa siapkan nutrisi larutan (makanan tumbuhan) untuk mendukung proses pertumbuhan yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar