Jual Plastik UV (Ultra Violet) Untuk Greenhouse: Greenhouse Organik, sarana Agro Wisata Pendidikan

Selasa, 06 September 2016

Greenhouse Organik, sarana Agro Wisata Pendidikan


Greenhouse Organik, sarana Agro Wisata Pendidikan – Dimana masa depan kita? Jawabnya adalah pada dunia pendidikan kita. Tengok anak-anak kita di sekolah dan madrasah, merekalah pengisi masa depan. Lalu dimana masa depan dunia pertanian kita? Hmm... apa kita sudah punya jawabannya? Tulisan ini ingin kami kaitkan, bahwa keberadaan green house sebagai sarana pertanian organik menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai sarana produksi makanan sehat, menyebarluaskan makanan “tanpa racun”, tetapi juga sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan.

Amerika, Negara Termaju Bidang Pertanian
Negara mana yang menjadi eksportir hasil pertanian terbesar di dunia ini? Jawabnya pasti membuat Anda tertegun, yakni Amerika Serikat.

Amerika Serikat adalah Negara penghasil kacang kedelai, gandum, kapas, kentang dan tembakau. Amerika menggunakan perangkat teknologi terkini. Dengan lahan pertanian yang luas, didukung system pertanian maju, ekspor Amerika sangat mempengaruhi harga pangan dunia.

Dari Amerika Serikat, Indonesia mengimpor kacang kedelai, gandum, kapas, produk olahan susu, dan pakan ternak. Bahkan ketergantungan tersebut membuat kita tidak mandiri pada sektor pangan karena pengaruh inflasi. Gonjang – ganjing harga pertanian tersebut bahkan sempat ramai, baik pada persoalan kedelai atau tembakau. Pada persoalan tembakau, founding keuangan Amerika disinyalir dalang “serangan” berbagai pabrik rokok dalam negeri. Satu sisi terkait dengan persoalan kesehatan, di sisi lain ternyata Amerika menyimpan motif ekonomi penting: meloloskan komditas tembakau semakin banyak ke Indonesia.

Selain komoditas di atas, Amerika mempunyai lahan pertanian yang lengkap dan berkualitas sangat baik. Mulai dari sayur-sayuran, buah-buahan, ayam potong, daging sapi, susu, hingga ke tembakau dan biji-bijian.

Indonesia Berbeda Cara, Tapi Bisa
Berbeda dengan Amerika, dimana sektor pertanian dikelola dengan basis industry modern, didukung peralatan canggih dan lahan dengan infrastruktur yang nyaris sempurna. Akan tetapi kiblat pertanian dunia buka semata pada persoalan kuantitas, tetapi juga kualitas. Khususnya terkait dengan penggunaan obat-obat dan pupuk kimia.

Ini adalah kelemahan barat selama ini. Penggunaan produk-produk kimia membuat berbagai persoalan penyakit menjangkiti orang-orang barat. Sementara kekuatan baru dari Asia adalah kembalinya cara-cara lama bertani dengan kombinasi pengetahuan modern, hingga menghasilkan berbagai pertanian organik.

Cara ini kemudian justru diadopsi oleh Negara-negara barat, bahkan kita sendiri nyaris tertinggal. Untuk itu sudah saatnya pengenalan pertanian organik ini banyak didengungkan oleh para pemerhati lingkungan dan pertanian dalam negeri.

Anak-Anak Butuh Pengetahun
Salah satu model terbaik merancang system pertanian masa depan adalah dengan mengenalkannya pada anak-anak kita. Pada moment ini keberadaan greenhouse menjadi penting dikenalkan, menjadi rumah belajar bertani bagi anak-anak kita.

Greenhouse dalam skala kecil mulai dibudidayakan di lingkungan sekolah-sekolah. Greenhouse tersebut dibangun dan dikelola bersama oleh para siswa. Pada kesempatan khusus mereka dikenalkan pertanian organik model greenhouse dalam skala yang lebih besar melalui kunjungan wisata setiap tahun.

Sambil bertaman, mereka dikenalkan tentang manfaat polybag, manfaat plastik UV greenhouse, media tanam organik dan juga berbagai cara alami melakukan pemupukan sekaligus menagkis berbagai serangan hama dan serangga. Diharapkan dari pola pikir anak-anak akan lahir pakar pertanian modern organik yang dapat mengantarkan bangsa ini pada kejayaan bidang pertanian.

Bagi Anda pemilik greenhouse pertanian organik, kesadaran Anda dapat juga ditularkan kepada anak-anak kita. Caranya tentu dengan melakukan promosi paket wisata pendidikan pada greenhouse organik yang Anda kelola. Peran aktif seperti ini sangat membantu proses kemajuan pertanian dan kemandirian pangan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar