Jual Plastik UV (Ultra Violet) Untuk Greenhouse: Prospek Bisnis Sayuran Organik

Senin, 19 Desember 2016

Prospek Bisnis Sayuran Organik

 Back to Nature. Begitulah semboyan yang akhir-akhir ini didengungkan oleh berbagai kalangan. Industri dan teknologi yang tidak ramah lingkungan membuat manusia cenderung memilih produk yang berlabel eco-friendly. Memilih sayuranpun harus yang ramah lingkungan atau organik. Sayuran organik adalah sayuran yang tidak melibatkan bahan kimia (pestisida, herbisida, insektisida) dalam budidaya dan pengelolaannya sehingga secara kesehatan akan lebih aman dikonsumsi.
Ada beberapa alasan penting mengapa bisnis sayuran organik menjadi pilihan masa kini. Mari kita baca satu demi satu alasannya!
1. Teknologi sederhana
Jangan pernah takut untuk memulai bisnis sayuran organik. Karena tidak melibatkan bahan kimia, kita tidak terlalu membutuhkan teknologi yang tinggi dan mahal untuk budisaya sayur organik. Karena semua bernuansa organik, pupuk yang harus kita gunakanpun pupuk organik yang sering kita temui di sekitar lingkungan (terutama untuk kita yang tinggal di pedesaan). Contoh pupuk organik yang sering digunakan adalah kotoran kambing dan sapi. Selain dari kotoran hewan, serasah daun atau daun kering, kulit buah yang biasa terbuang serta buah busuk yang jatuh dari pohon juga dapat dijadikan pupuk organik.
2. Sehat dan aman dikonsumsi.
Bahan-bahan kimia seperti pestisida, insektisida, dan herbisida dapat meracuni tubuh, bahkan dalam jangka panjang menyebabkan kanker. Pupuk organik memiliki zat-zat alami yang tidak membahayakan keberlangsungan hidup sayuran, sehingga jika sayur dikonsumsi oleh konsumen tidak akan membahayakan kesehatan. Bahkan kandungan vitamin pada sayur organik lebih tinggi dibanding sayur anorganik. Selain menjual kepada konsumen, kita juga dapat mengkonsumsi sendiri sayuran sehat yang telah kita tanam. Semakin bermanfaat prosuk yang kita jual, keberkahan rizki juga diharapkan akan semakin meningkat. Aamiin 
3. Hemat Lahan dan sehat lahan.
Indonesia merupakan negara tropis. Sebagian besar sumber daya alamnya belum dieksplorasi secara maksimal, bahkan belum terjamah. Berbagai jenis sayuran dengan banyak sekali varietas mulai dibudidayakan. Sayur-sayur yang dibudidayakan secara organik lebih mudah untuk menyesuaikan diri dengan dinamika alam karena kondisi fisiologisnya yang tidak jauh beda dibandingkan ketika diberi pupuk kimia dan berbagai jenis herbisida, pestisida, serta insektisida. Penggunaan insektisida, pestisida, dan herbisida dapat menyebabkan resistensi (kekebalan) pada gulma, hama, dan berbagai penyebab penyakit tanaman ketika konsentrasi zat kimia yang digunakan melebihi ambang batas. Oleh karena itu, pengendalian serangga, hama, gulma, dan penganggu tanaman yang lain dapat menggunakan agen hayati berupa musuh alami agar tidak menganggu keseimbangan lingkungan.
Menanam sayur organik dalam tahap awal tidak memerlukan lahan berhektar-hektar. Kebun belakang rumah atau pekarangan halaman rumah dapat digunakan untuk menanam sayur organik. Beberapa jenis sayur organik seperti selada, bayam, dan wortel dapat dipanen seminggu sekali hingga sebulan sekali. Satu kilogram lada dapat mencapai harga kurang lebih  Rp. 40.000. Apabila  kita menyediakan lahan 10 meter saja, diperoleh 30 kg selada tiap minggunya. Berapa penghasilan kita dalam sebulan? Rp. 1.200.000. Lumayan kan?
Selain hemat lahan, penanaman sayur organik juga baik untuk kesuburan tanah. Secara ekologis, serasah daun suatu tumbuhan atau tanaman sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pertumbuhan dan pembuahan (reproduksi). Penggunaan pupuk kimia seperti urea, NPK, dan sebagainya justru membuat tanah lama-lama menjadi keras dan sulit untuk ditanami sayuran karena bahan kimia dalam pupuk merusak struktur alami tanah dan membunuh hewan-hewan (biasanya mesofauna)dan mikroorganisme yang berperan menyuburkan tanah. Oleh karena itu, kita harus beralih ke pupuk organik, karena pupuk organik membantu menyuburkan tanah, selain memberikan nutrisi pada sayuran yang kita tanam, pupuk organik juga memberikan nutrisi untuk kehidupan para agen hayati yang berperan menyuburkan tanah. Sehingga keseimbangan ekologi terjaga, tanah menjadi subur, lingkungan asri dan lestari.
#Untuk info harga terupdate silahkan klik DISINI.
4. Peluang pasar tinggi
Munculnya berbagai penyakit akibat makanan sepat saji dan junk food menyebabkan masyarakat berbagai kalangan seperti para pejabat, artis, bahkan hingga masyarakat golongan menengah ke bawah mulai memiliki kesadaran untuk mengkonsumsi makanan sehat berupa sayur-sayur organik. Permintaan sayur organik dai waktu ke waktu semakin meningkat, namun belum banyak orang – orang yang menekuni usaha sayur organik. Anda kah yang akan mengisi peluang tinggi ini?
Selamat mencoba bisnis sayuran organik! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar