HUBUNGI KAMI

PLASTIK UV GREENHOUSE

Jual Plastik UV, Pabrik Plastik UV, Distributor Plastik UV, Plastik Ultra Violet, Plastik UV Untuk Greenhouse, Jual Plastik UV di Surabaya, Harga Jual Plastik UV, Jual Plastik UV Untuk Greenhouse, Cara Jual Plastik UV, Plastik UV Untuk Greenhouse Atap Greenhouse, Iklan Plastik UV, Daftar Harga Plastik UV, Plastik Ultraviolet, Plastik UV Untuk Atap Kandang Ternak, Plastik UV Untuk Alas Kolam Ikan, Plastik UV Untuk Pengeringan (Penjemuran)


Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950 | Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Syarat Sukses Budidaya Tanaman Hias Krisan

Krisan atau dikenal juga dengan sebutan bunga seruni, merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan potensial untuk dikembangkan secara komersial. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Asia Timur tepatnya daratan Cina. Belum ditemukan data atau informasi yang pasti tentang kapan tanaman krisan masuk ke wilayah Indonesia. Namun, beberapa literatur menunjukkan sekitar tahun 1800 krisan mulai ditanam di Indonesia dan sejak tahun 1940, krisan mulai dibudidayakan secara komersial sebagai tanaman hias.

Manfaat Tanaman Krisan :
Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. Sebagai bunga hias, krisan di Indonesia digunakan sebagai:
1. Bunga Pot
Ditandai dengan sosok tanaman kecil, tingginya 20-40 cm, berbunga lebat dan cocok ditanam di pot, polibag atau wadah lainnya. Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot, terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia, yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu), Rage (merah) dan Time (kuning).
2. Bunga Potong
Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi, mempunyai tangkai bunga panjang, ukuran bervariasi (kecil, menengah dan besar), umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga, Improved funshine, Brides, Green peas, Great verhagen, Puma, Reagen, Cheetah, Klondike.
3. Khasiat kembang krisan (Chrysanthemum sp.) dalam dunia pengobatan misalnya, untuk menyembuhkan sakit batuk,nyeri perut karena angin dan peradangan rongga sinus(sinusitis), sakit batuk produktif(batuk berdahak) akibat bronkhitis. Selain itu krisan juga mampu menurunkan demam, menurunkan tekanan darah,memperbaiki penglihatan,memberi gizi pada darah,serta menurunkan panas dalam.Di samping itu rasanya nikmat dan menyejukan tenggorokan.

Syarat Tumbuh Tanaman Krisan :
- Krisan umumnya dibudidayakan dan tumbuh baik di dataran medium sampai tinggi pada kisaran 650 hingga 1.200 m dpl. Di habitat aslinya, krisan merupakan tanaman yang bersifat menyemak dan dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 30 – 200 cm. Berdasarkan siklus hidupnya, krisan dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu krisan semusim (hardy annual) dan krisan tahunan (hardy perennial).
- Kepekaan krisan terhadap panjang hari tidak tetap. Pengaruh panjang hari terhadap fisiologi pembungaan krisan sering kali berinteraksi dengan suhu harian. Pada kondisi hari panjang dengan suhu siang hari sekitar 22 oC dan 16 oC pada malam hari, penambahan tinggi tanaman dan pembentukan daun berjalan optimal. Induksi ke fase generatif akan terjadi bila suhu pada siang hari turun kurang dari 18 oC dan suhu malam naik hingga lebih dari 25 oC. Namun keadaan ini sangat jarang diketemukan pada dataran medium hingga tinggi di Indonesia.
- Selain suhu dan panjang hari, kualitas cahaya juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman krisan. Jumlah reseptor cahaya/photoreseptor (phytochrome) merah (Pr) dan merah jauh (Pfr) pada daun pun turut berperan pada proses fisologis pembungaan tanaman krisan. Belum diketahui secara pasti mekanisme kerja photoreseptor ini pada perubahan fisologis tanaman. Beberapa ahli memperkirakan bahwa mekanisme kerja photoreseptor berhubungan dengan ritme circadian (circadian rythme) tanaman. Kedua bentuk photoreseptor (Pr dan Pfr) bisa berkonversi satu sama lain tergantung jenis sinar yang diterimanya. Bila tanaman menerima lebih banyak sinar merah, maka Pr akan terkonversi menjadi Pfr dan menyebabkan jumlah Pfr bertambah, begitu pula sebaliknya. Konversi Pr menjadi Pfr pun dapat terjadi bila tanaman berada pada fase gelap (De Jong, 1980). Dan bila jumlah Pfr lebih banyak dari Pr pada selang waktu tertentu, maka pertumbuhan apikal (apical dominace) akan terhenti dan tanaman terinduksi (evocation) ke fase generative.
- Kelembaban udara juga berpengaruh terhadap pertumbuhan bunga krisan. Tanaman krisan membutuhkan kelembaban 90 – 95% pada awal pertumbuhan untuk pembentukan akar. Sedangkan pada tanaman dewasa, pertumbuhan optimal dicapai pada kelembaban udara sekitar 70 – 85%.

BACA JUGA
Bahan Untuk Membuat Green House
Pengeringan Kacang Tanah dengan Plastik Ultraviolet
Cara Budidaya Tanaman dengan Aeroponik
Cara Mudah Budidaya Tanaman Jenis Citrus

Sarana dan Prasarana Produksi :
Rumah lindung untuk budidaya krisan bertujuan melindungi tanaman dari kondisi cuaca dan lingkungan ekstrim yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman, seperti intensitas cahaya matahari yang terlalu tinggi dan terpaan angin dan air hujan secara langsung serta organisme pengganggu tanaman, sehingga diperoleh lingkungan tempat tumbuh yang optimal.
Rumah lindung dibuat memanjang disesuaikan dengan ukuran lahan, dengan lebar kelipatan dari 6,4 m. Rangka rumah lindung dapat berupa kayu, bambu, besi, aluminium, atau beton. Ketinggian rumah lindung berkisar 3 – 4 meter di atas permukaan tanah. Bahan atap penutup rumah lindung dapat menggunakan kaca, plastik UV, plastik PVC bergelombang, plastik lembaran PVC, fiberglass, acrylic atau polycarbonate. Seluruh bagian samping rumah lindung dianjurkan juga tertutup untuk mengurangi kontak langsung tanaman dengan serangga hama dan penyakit serta untuk meningkatkan kondisi lingkungan tumbuh yang kondusif untuk pertumbuhan tanaman.

Bebera Hal yang Perlu Mendapat Perhatian Dalam Pemilihan Bahan Atap Pelindung, diantaranya yaitu :
• Cahaya yang berlebihan sehingga diperoleh kualitas cahaya, baik intensitas maupun spektrum cahaya di bawah rumah lindung yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman yang optimal
• Curah hujan langsung ke tanaman atau ke media tumbuh, untuk menghindari hambatan fisiologis tanaman dan penurunan kondisi/daya dukung media tanam
• Ketersediaan bahan dan durasi pemakaian bahan atap.
Petani krisan tradisional di Indonesia umumnya menggunakan konstruksi bambu atau kayu untuk rumah lindung.
Melalui riset di lokasi Balai Penelitian Tanaman Hias, Maaswinkel dan Sulyo (2004) mengemukakan bahwa penggunaan bambu dibandingkan kayu sebagai bahan konstruksi rumah lindung krisan dimungkinkan dengan mempertimbangkan harga bahan konstruksi dan ketersediaannya di lokasi budidaya. Lebih lanjut, durasi ketahanan konstruksi merupakan salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Ketahanan bambu diperkirakan hanya 3 – 5 tahun, sedangkan kayu diperkirakan dapat mencapai 10 tahun.

*Info Daftar Harga Plastik UV Terlengkap & Terupdate

Bentuk, tipe dan sirkulasi udara (ventilasi) dalam rumah lindung juga merupakan salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian sebelum membuat rumah lindung krisan. Bentuk, tipe dan sirkulasi udara dalam rumah lindung akan mempengaruhi kondisi iklim mikro dalam rumah lindung dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Berbagai bentuk dan tipe rumah lindung krisan dapat dilihat pada gambar 3. Pertimbangan pemilihan bentuk dan tipe serta ventilasi rumah lindung disesuaikan dengan kondisi lahan, elevasi, topograpi dan faktor-faktor iklim makro lain pada lahan pertanaman, hingga bentuk dan tipe rumah lindung yang dibangun dapat memodifikasi iklim mikro di dalamnya hingga kondusif untuk pertumbuhan optimal bagi tanaman krisan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syarat Sukses Budidaya Tanaman Hias Krisan"

Posting Komentar