HUBUNGI KAMI

PLASTIK UV GREENHOUSE

Jual Plastik UV, Pabrik Plastik UV, Distributor Plastik UV, Plastik Ultra Violet, Plastik UV Untuk Greenhouse, Jual Plastik UV di Surabaya, Harga Jual Plastik UV, Jual Plastik UV Untuk Greenhouse, Cara Jual Plastik UV, Plastik UV Untuk Greenhouse Atap Greenhouse, Iklan Plastik UV, Daftar Harga Plastik UV, Plastik Ultraviolet, Plastik UV Untuk Atap Kandang Ternak, Plastik UV Untuk Alas Kolam Ikan, Plastik UV Untuk Pengeringan (Penjemuran)


Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Beberapa Hal Unik yang Membuat Pertanian di Jepang Sangat Maju

Jual Plastik UV High Quality - Lim Corporation

Selain terkenal dengan industi otomotifnya, Jepang juga sangat dikenal dengan industri pangan dan pertaniannya. Pertanian di Jepang sudah tersebar mempunyai sistem kerja yang sangat baik. Pantas saja jika pertanian di Jepang begitu berkembang. Pemerintah Jepang juga menerapkan empat pilar pembangunan untuk pertanian Jepang yang salah satunya merupakan Farm Size Expansion. Kebijakan ini bertujuan supaya kepemilikan lahan pertanian semakin bertambah dari empat hektare menjadi 15 sampai 20 hektare untuk setiap keluarga petani.

Kemajuan pertanian Jepang juga dapat dilihat dengan berkembangnya sistem pertanian urban. Bahkan pertanian urban di Jepang kini menjadi andalan untuk memasok produk-produk pertanian yang segar, sehat, dan cepat. Meskipun juga dikenal sebagai negara yang agraris, nyatanya pertanian di negara indonesia belum dapat bersaing dengan Jepang. Kekayaan yang terdapat dari sumber daya alam negara indonesia menjadi modal utamanya untuk dapat bersaing. Lalu, apa yang perlu ditiru Indonesia dari Jepang untuk membentuk pertanian yang ungul?

BACA JUGA: 

1. Perhatian pemerintah yang tinggi terhadap pertanian
Di Jepang, pertanian benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Tata niaga pertanian di negara Jepang telah diatur sedemikian rupa, salah satunya merupakan masalah pada tumbuhan yang ditanam oleh para petani. Menurut Rahmat, apa yang ditanam sudah diatur yang sesuai dengan permintaan pasar. Tidak ada para petani yang ngeyel ingin bertani sesuka keinginan mereka. "Jadi tidak ada ceritanya para petani sana yang kebingungan untuk menjual produk pertanian seperti di negara indonesia," terangnya.

2. Harga produk pertanian yang terkontrol
Tidak hanya masalah apa yang ditanam, pemerintah juga turut campur tangan terhadap harga produk pertanian. Pengaturan itu dapat dilakukan oleh bagian pemerintah semacam Dinas Pertanian di negara indonesia. Kebanyakan hasil pertanian dapat dibeli oleh pemerintah sehingga pemerintah dapat mengendalikan harga yang layak. Meski begitu, ada juga pihak swasta yang dapat membeli hasil pertanian di sana. "Tapi dari pihak swasta tidak akan dapat membeli hasil lahan pertanian dengan di bawah harga pemerintah, pasti di atasnya," ungkap Andre. Dengan begitu, tidak ada istilah petani yang dirugikan karena dipermainkan tengkulak.
Plastik Uv Pertanian
3. Lahan pertanian yang dimiliki tiap petani luas
Jangan bayangkan lahan pertanian di Jepang seperti di Indonesia yang tiap petani hanya memiliki sepetak atau dua petak sawah. Di Jepang, seorang petani biasa memegang 7-10 hektare sawah. Sawah yang dimiliki satu keluarga di negara Jepang diwariskan dengan cara tidak dibagi-bagi seperti yang terjadi di negara indonesia. Setiap keluarga, hanya ada satu anak yang akan dapat mewarisi lahan pertanian. Anak yang benar-benar ingin menjadi petani yang akan dipilih untuk mewarisi lahan pertanian. Sedangkan anak lainnya juga akan dapat menerima warisan dalam bentuk yang lain. Dengan mempunyai lahan pertanian yang sangat luas, pengaturan pertanian akan lebih mudah untuk dilakukan. Pemakian mesin-mesin dalam pertanian juga lebih mudah karena luasnya pada lahan pertanian.

4. Teknologi pertanian yang canggih
Dari dampak kuatnya industri otomotif di Jepang juga berdampak pada lahan pertanian. Sistem pertanian di Jepang juga telah memakai teknologi yang sangat canggih. Untuk menanam, menyirami, hingga memanen, petani Jepang juga telah dibantu dengan mesin. Jika di negara indonesia membajak sawah masih dengan memakai bajak tunggal, di Jepang membajak telah menggunakan bajak enam sehingga 1 sampai 2 jam telah selesai.

https://bit.ly/2dWIjly

5. Etos kerja yang tinggi
Bertani di negara Jepang juga menerapkan jam kerja yang seperti bekerja di kantoran. Setiap petani di Jepang akan memunyai sejumlah karyawan yang membantu mengelola lahan pertanian seluas 7-10 ha. Jam kerjanya pun ditentukan. Kerja secara normal dilakukan selama delapan jam yang dimulai dari pukul 02.00 dini hari. Istirahat yang dilakukan karyawan tidak dihitung jam. "Istirahat sarapan itu tidak termasuk dihitung dalam delapan jam kerja," terang Rahmat. Maka delapan jam kerja umumnya dapat terpenuhi hingga pukul 12.00 siang. Setelah itu mereka tidak langsung pulang. Jika lembur, maka setelah pukul 12.00 itu, mereka istirahat dua jam kemudian dilanjutkan dengan lembur hingga pukul 17.00 waktu setempat. "Kami hanya tidur sekitar empat jam per hari," tambah Andre.
banner-plastik
Plastik UV Pertanian
*Info selengkapnya mengenai harga Plastik UV klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Plastik UV untuk greenhouse atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP ).

Customer Service :
Telp : 031 - 8830487 ( Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB )
Mobile : 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277 | 0812 3258 4950
Whatsapp : Admin 1 | Admin 2 | Admin 3

Catatan :
- Minimal order 3 roll
- Harga Franco Surabaya
- Harga netto (tidak termasuk PPN)
- Harga tidak mengikat bisa berubah sewaktu - waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beberapa Hal Unik yang Membuat Pertanian di Jepang Sangat Maju"

Posting Komentar