HUBUNGI KAMI

PLASTIK UV GREENHOUSE

Jual Plastik UV, Pabrik Plastik UV, Distributor Plastik UV, Plastik Ultra Violet, Plastik UV Untuk Greenhouse, Jual Plastik UV di Surabaya, Harga Jual Plastik UV, Jual Plastik UV Untuk Greenhouse, Cara Jual Plastik UV, Plastik UV Untuk Greenhouse Atap Greenhouse, Iklan Plastik UV, Daftar Harga Plastik UV, Plastik Ultraviolet, Plastik UV Untuk Atap Kandang Ternak, Plastik UV Untuk Alas Kolam Ikan, Plastik UV Untuk Pengeringan (Penjemuran)


Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Selain Punya Lahan Luas, Ini Keunggulan Lain Pertanian Indonesia

Jual Plastik UV High Quality - Lim Corporation

INDONESIA sangat dikenal sebagai negara agraris atau pertanian, dibuktikan dengan mayoritas masyarakat negeri ini yang tinggal di daerah pedesaan yang berprofesi sebagai petani dan ditandai dengan kesuksesan swasembada pangan pada 1984. Kini, kesuksesan tersebut tinggal kenangan. Saat ini Indonesia sudah tidak layak dilabeli sebagai negara pertanian karena kebutuhan pangan sudah dipenuhi dari impor. Ironisnya, potensi Indonesia pada sektor pertanian sangat besar dan terdapat 26,13 juta keluarga hidup dari sektor pertanian. Suratan takdir sebagai negara agraris/pertanian sekaligus negara maritim patut menjadi fokus pembangunan negeri ini.

Disebabkan pada kedua hal tersebut belum juga nampak merefleksikan keduanya dengan baik apakah Indonesia benar-benar sudah menjadi negara agraris atau benar-benar negara maritim. Di Era Presiden Suharto, Indonesia condong fokus pada pembangunan sektor pertanian berbasis daratan. Pada Era Presiden Jokowi, kini gencar digaungkan sektor maritim. Namun, pada realitasnya Indonesia masih juga galau negara agraris tidak, maritim juga tidak. Sudah terbukti, dalam soal pangan Indonesia masih juga getol untuk melakukan impor beras, jagung, kacang kedelai, daging sapi, buah-buahan dan sebagainya.

Dalam soal kelautan, armada militer maupun armada dagang Indonesia masih juga belum sepenuhnya untuk memanfaatkan perairan dan malah kapal-kapal asing dengan teknologi lebih maju sukses berkali-kali menyusup masuk sekaligus mencuri ikan ribuan bahkan ratusan ribu ton dari perairan Indonesia. Seyogianya jika menyandang predikat negara agraris, sepantasnya Indonesia swasembada pangan dan begitu pula secara geografis juga mempunyai perairan luas yang mampu menjadi rujukan kelas dunia pada soal produksi transportasi laut produk hasil perikanan dan produk senjata militer angkatan laut.

BACA JUGA:
Sektor pertanian sangat penting meskipun sekarang sudah memasuki era industri inovasi, digital, teknologi informasi dan jasa, di mana sebagian besar masyarakat beralih profesi ke sektor-sektor tersebut. Pada sektor pertanian menjadi sektor terpenting sejak manusia pertama di muka bumi diciptakan hingga mungkin ketika dunia kiamat karena berhubungan dengan masalah kebutuhan primer manusia yaitu memenuhi perut sejengkal yang tidak dapat digantikan dengan produk lain.

Karena untuk melanjutkan hidup manusia juga sangat dibutuh makan, bukan yang lain. Dan itu hanya dapat dipenuhi bila pada sektor pertanian mampu menyuplai kebutuhan pangan. Sangat disayangkan, pertanian di Indonesia masih menjadi sektor marjinal. Sebagian besar masyarakat juga menganggap profesi petani bukanlah profesi yang menjanjikan masa depan cerah. Bahkan, jumlah petani di Indonesia sudah mengalami penurunan signifikan sebanyak 5,04 juta keluarga dari awalnya 31,17 juta keluarga pada 2003 menjadi 26,13 juta keluarga pada 2013. Mungkin semakin menurun pada 2016.

http://bit.ly/hargaplastikuv
Plastik Uv Pertanian
Hal tersebut tidak terlepas dari faktor biaya sangat mahal untuk membeli pupuk, perawatan, pestisida, bibit dan harga jual hasil panen. Faktor lainnya merupakan jaringan irigasi yang buruk yang menyebabkan ratusan ribu hektar lahan pertanian sawah sering mengalami kekeringan dan gagal panen, sulitnya mendapatkan modal untuk musim tanam serta buruknya infrastruktur jalan di pedesaan yang menyebabkan ongkos sangat tinggi distribusi hasil panen memangkas pendapatan petani. Di samping itu, komoditas pertanian yang cenderung diekspor dalam bentuk bahan mentah menjadi kelemahan tersendiri produk pertanian tidak mempunyai nilai tambah yang dapat mendongkrak pendapatan para petani. Faktor lain kenapa sektor pertanian Indonesia tidak sekuat negara lain minimal negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam merupakan kepemilikan lahan pertanian.

 Rata-rata luas lahan pertanian per kapita di Thailand adalah 0,52 hektare, Vietnam 0,1 hektare, China 0,11 hektare dan India 0,16 hektareBandingkan dengan luas kepemilikan lahan pertanian petani Indonesia per kapitanya rata-rata hanya 0,03 hektare. Jauh lebih sempit daripada dengan negara Tiongkok dan India yang konon jumlah penduduknya melebihi dari satu miliar jiwa. Pemerintah harus segera menyadari vital-nya sektor pertanian. Karena volume impor pangan tiap tahun mengalami tren meningkat.

Negara-negara maju berbasis industri kini berbali menaruh perhatian besar di sektor pertanian seperti Amerika Serikat, Selandia Baru dan Kanada. Bahkan, Amerika Serikat sendiri mengalokasikan anggaran khusus sektor pertanian untuk 10 tahun sebesar US$ 956 miliar atau setara Rp 12.500 triliun atau rata-rata Rp 1.250 triliun per tahun yang digunakan untuk membantu petani, subsidi dan lain-lain. Maka tidak heran meskipun terkenal pusat industri teknologi dan mesin-mesin kelas dunia, Amerika Serikat juga menjadi pengekspor pangan terbesar dunia. Indonesia termasuk negara yang selalu mengimpor kacang kedelai dan produk pertanian Amerika.

https://bit.ly/2dWIjly

Indonesia perlu mencontoh langkah Amerika Serikat memberikan subsidi dan bentuan pertanian kepada petaninya untuk mendorong produksi hasil pertanian dengan pesat, Pemerintah India yang memberikan kompensasi atau ganti rugi kepada petaninya yang mengalami gagal panen, Thailand yang membangun kluster-kluster pertaniannya sehingga terintegrasi dan terarah, serta mencontoh China yang benar-benar melindungi petani dan membantu pemasaran hasil pertaniannya ke mancanegara. Sebenarnya Indonesia juga memiliki kelebihan tanah yang subur, petani yang ulet dan produk pertanian yang beraneka ragam. Namun, berbagai macam rintangan seperti diuraikan di atas menjadikan petani malas menanam padi, berbondong-bondong mencari profesi/pekerjaan lain yang lebih menjanjikan atau lebih memilih untuk menanam pohon sawit atau menjualnya ke pengambang untuk dibangun properti dan semacamnya.

banner-plastik

* Info selengkapnya mengenai harga Plastik UV klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Plastik UV untuk greenhouse atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja ( Minggu dan hari besar TUTUP ).

Customer Service :
Telp : 031 - 8830487 ( Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB )
Mobile : 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277 | 0812 3258 4950
Whatsapp : Admin 1 | Admin 2 | Admin 3

Catatan :
- Minimal order 3 roll
- Harga Franco Surabaya
- Harga netto ( tidak termasuk PPN )
- Harga tidak mengikat bisa berubah sewaktu - waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selain Punya Lahan Luas, Ini Keunggulan Lain Pertanian Indonesia"

Posting Komentar