HUBUNGI KAMI

PLASTIK UV GREENHOUSE

Jual Plastik UV, Pabrik Plastik UV, Distributor Plastik UV, Plastik Ultra Violet, Plastik UV Untuk Greenhouse, Jual Plastik UV di Surabaya, Harga Jual Plastik UV, Jual Plastik UV Untuk Greenhouse, Cara Jual Plastik UV, Plastik UV Untuk Greenhouse Atap Greenhouse, Iklan Plastik UV, Daftar Harga Plastik UV, Plastik Ultraviolet, Plastik UV Untuk Atap Kandang Ternak, Plastik UV Untuk Alas Kolam Ikan, Plastik UV Untuk Pengeringan (Penjemuran)


Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Berikut Jenis-jenis Tanah yang Cocok Untuk Bercocok Tanam

Jual Plastik UV Lokal & Import - Lim Corporation

Tanah merupakan bagian paling luas yang mengisi lapisan kerak bumi. Tanah juga tersusun dari mineral dan batuan organik yang terbentuk dari proses pelapukan bebatuan yang berlangsung sangat lama. Tanah berperan sangat penting dalam siklus kehidupan di bumi. Karena tanah mengandung banyak unsur hara yang menjadi sumber kehidupan tumbuhan. Sebagaimana diketahui tumbuhan merupakan bagian pertama dari rantai makanan.

Meskipun sebagian besar nutrisi untuk tumbuhan itu berasal dari tanah, tidak semua tanah cocok untuk pertumbuhan tumbuhan. Berdasarkan dari proses terbentuk dan kandungan mineralnya, ada puluhan jenis tanah yang ada di dunia. Di negara indonesia saja, terdapat sekitar 18 jenis tanah.
Jenis tanah yang cocok untuk pertanian dan perkebunan adalah tanah yang mempunyai karakteristik sebagai berkut : Mengandung banyak unsur organik Ph < 7, Tidak mengeras setelah ditanami memiliki kelembaban yang tinggi, bahkan pada musim kemarau. Tidak ada lapisan padas

Berdasarkan ciri-ciri di atas ada 10 macam tanah yang cocok untuk pertanian dan perkebunan, yaitu :

BACA JUGA: 

Tanah Regosol

Tanah Regosol merupakan salah satu sub macam tanah Entisol. Yaitu tanah yang berasal dari pelapukan dari material yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi contohnya debu, pasir, lahar, dan lapili. Jenis tanah ini belum mengalami perkembangan yang sempurna. Seperti tanah entisol pada umumnya, tanah regosol bertekstur kasar dengan Ph 6 sampai 7. Tanah Regosol juga mengandung unsur P dan K serta sedikit unsur N. Sifat tanah seperti ini sulit untuk menampung air, sehingga tidak semua tumbuhan cocok ditanam pada tanah ini. Tumbuhan yang cocok untuk tanah ini merupakan jenis palawija, tembakau dan beberapa macam buah buahan yang tidak terlalu membutuhkan air.T anah regosol banyak tersebar di daerah yang mempunyai gunung merapi, seperti Sumatra dan Nusa Tenggara.

Tanah Latosol
Tanah latosol merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf. Perkembangan horizon tanah Latosol berlangsung lambat sampai sedang. Hal ini karena sebagian besar berada didaerah yang lembab. Tanah Latosol berwarna merah hingga coklat dengan Ph 4,5 sampai 6,5. Unsur hara yang dikandungnya berubah-ubah dari sedang sampai tinggi. Tapi jenis tanah ini mampu menyerap air dengan baik sehingga dapat menahan erosi. Tumbuhan yang cocok merupakan tebu, coklat, tembakau, pala dan panili. Jenis tanah ini sudah tersebar di pulau Sumatra, Jawa, Bali dan Sulawesi.

Tanah Organosol
Tanah orgonosol terbentuk dari pelapukan dan pembusukan bahan bahan organik. Tanah organosol umumnya dapat kita temui di daerah rawa-rawa atau daerah yang banyak tergenang air. Jadi dapat diterka jenis tanah ini sangat lembek karena tergenang air. Tanah organosol terbagi menjadi dua macam, merupakan tanah humus dan tanah gambut.

Tanah humus
Tanah humus merupakan jenis tanah orgonosol yang sangat subur. Kandungan unsur hara yang sangat tinggi membuat warnanya jadi kehitaman. Banyak dipakai untuk budidaya tumbuhan padi, nanas dan kelapa. Tersebar pada pulau Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan sebagian Jawa.

Tanah gambut
Tanah gambut juga sangat banyak mengandung zat organik, tetapi bersifat yang sangat asam. Sehingga kurang cocok untuk tumbuhan. Saat ini tumbuhan yang cocok di tanah gambut hanya kelapa sawit.
Plastik Uv Pertanian
Tanah Alluvial
Tanah alluvial merupakan jenis tanah muda yang berasal dari pengendapan material halus aliran sungai. Karena itu umumnya banyak juga ditemukan di hilir sungai, karena terbawa dari hulu. Tanah ini berwarna kelabu dengan struktur lepas lepas. Phnya sangat rendah (sekitar 5,3 sampai 5,8). Tetapi ini justru menguntungkan karena mudah untuk dicangkul. Kandungan yang terdapat pada unsur tanah alluvial sangat bergantung dengan iklim diwilayahnya. Cocok untuk padi dan palawija. Tanah ini tersebar di Jawa, Sumatra dan Papua.

Tanah Podsolik merah kuning (PMK)
PMK merupakan jenis tanah yang terbentuk karena curah hujan yang sangat tingi dan suhu yang sangat rendah. Tanah PMK juga berwarna merah sampai kuning yang berarti kurang subur karena dari pencucian. Tanah PMK mempunyai Ph yang rendah dan banyak mengandung unsur Al dan Fe. Tanahnya berlempung dan mudah basah. Cocok untuk persawahan. Tanah ini tersebar merata di wilayah negara indonesia.

Tanah Laterit
Mirip dengan PMK, tetapi dengan suhu yang jauh sangat tinggi. Tanah ini tadinya terbilang sangat subur dan kaya akan unsur hara, namun hilang karena larut kebawa dengan air hujan. Tanah ini banyak mengandung seskuioksida tetapi sangat sedikit unsur hara. Walaupun tidak cocok untuk sebagian tumbuhan, tanah ini masih bagus untuk ditanami jambu mete dan kelapa. Banyak juga dijumpai di sebagian Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Tanah Litosol
Tanah Litosol masih saudara dengan tanah regosol, karena sama-sama masih tergabung dalam ordo tanah entisol. Yang terbentuk dari perubahan iklim, topografi dan aktivitas gunung merapi. Litosol berstruktur besar besar dengan sedikit unsur hara sehingga baru dapat dimanfaatkan untuk palawija. Banyak terdapat di pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara.

https://bit.ly/2dWIjly

Tanah Rendzina
Tanah Rendzina merupakan tanah yang terbentuk dari batuan basalt, batu kapur dan granit. teksturnya lembut dan daya permeabilitasnya sangat tinggi sehingga mampu mengikat air. Tanah ini sangat banyak mengandung unsur Ca, Mg dan sedikit hara dengan kadar Ph yang sangat tinggi. Cocok ditanami tumbuhan keras semusim dan palawija. Tersebar di Maluku, Papua, Aceh dan Sulawesi.

Tanah Mediteran
Tanah ini merupakan bagian dari ordo Alfisol yang banyak terdapat di daerah yang beriklim lembab. Terbentuk dari batuan berkapur yang banyak mengandung karbonat. Tanah mediteran sangat banyak mengandung air, Al, Fe dan bahan organik lain. Sehingga termasuk tanah yang subur. Cocok untuk persawahan. Tersebar di Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Nusa Tenggara.

Tanah Grumosol
Tanah ini merupakan bagian dari ordo vertisol yang mempunyai kadar lempung yang sangat tinggi. Tanah grumosol terbentuk dari batuan induk kapur dan tuffa vulkanik yang pada umumnya bersifat basa sehingga tidak ada aktivitas didalamnya. Tanah ini memiliki lapisan pecah pecah ketika kering dan sangat lengket ketika musim hujan yang berarti tidak subur. Namun bukan berarti tidak dapat ditumbuhi sama sekali. Tanah ini juga masih dapat ditanami pohon jati dan rumput-rumputan. Tersebar di Sumatra Barat, Jawa dan Nusa Tenggara Timur.
banner-plastik
Plastik UV Pertanian
*Info selengkapnya mengenai harga Plastik UV klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Plastik UV untuk greenhouse atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja ( Minggu dan hari besar TUTUP ).

Customer Service :
Telp : 031 - 8830487 ( Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB )
Mobile : 0852 3392 5564 | 0877 0282 1277 | 0812 3258 4950
Whatsapp : Admin 1 | Admin 2 | Admin 3

Catatan :
- Minimal order 3 roll
- Harga Franco Surabaya
- Harga netto ( tidak termasuk PPN )
- Harga tidak mengikat bisa berubah sewaktu - waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berikut Jenis-jenis Tanah yang Cocok Untuk Bercocok Tanam"

Posting Komentar