HUBUNGI KAMI

PLASTIK UV GREENHOUSE

Jual Plastik UV, Pabrik Plastik UV, Distributor Plastik UV, Plastik Ultra Violet, Plastik UV Untuk Greenhouse, Jual Plastik UV di Surabaya, Harga Jual Plastik UV, Jual Plastik UV Untuk Greenhouse, Cara Jual Plastik UV, Plastik UV Untuk Greenhouse Atap Greenhouse, Iklan Plastik UV, Daftar Harga Plastik UV, Plastik Ultraviolet, Plastik UV Untuk Atap Kandang Ternak, Plastik UV Untuk Alas Kolam Ikan, Plastik UV Untuk Pengeringan (Penjemuran)


Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Ini Faktor Penting, yang Harus Diperhatikan Saat Pengomposan!

Produsen Plastik UV (Ultraviolet) High Quality - Lim Corporation

Kompos merupakan hasil penguraian bahan organik oleh mikroorganisme.   Penguraian ini sebenarnya proses biologis oleh mikroorganisme yang sumber energinya berasal dari sampah organik.  Proses biologis ini berjalan secara alami karena mikroorganisme memang membutuhkan energi untuk tetap hidup dan berkembang biak.  Sebagian besar sampah organik dapat mengalami proses dekomposisi secara alami.  Namun, proses alami membutuhkan waktu yang lama.  Jika pembuatan kompos akan dijadikan sebuah peluang usaha, perlu adanya usaha untuk mempercepat proses pengomposan.  Salahsatunya dengan menggunakan bantuan mikroorganisme atau dekomposer.  Berikut beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk mempercepat proses dekomposisi.

Baca Juga:
a. Suhu, pH, dan Air

Proses penguraian bahan organik dan mikroorganisme lebih optimal pada suhu  30-400 C dengan tingkat kelembapan 40-60%.  Artinya, tidak terlalu banyak air, tetapi juga tidak terlalu kering.  Kelembapan bahan organik membuat mikroorganisme dekomposer cepat berkembang biak sehingga proses penguraian menjadi lebih cepat.  Kecepatan penguraian juga berkaitan dengan pH bahan organik.  pH awal sebaiknya sekitar 6,5 – 6,7 agar hewan pengurai seperti cacing dapat bekerja sama dengan mikroorganisme pengurai.  Jika bahan organik yang akan dikomposkan terlalu asam-dibawah 6,5-perlu dinaikkan terlebih dahulu dengan memberi kapur.  Pada awal proses pengomposan, pH akan menjadi agak asam karena bahan organik diurai dan menghasilkan asam organik.  Namun, semakin lama, pH akan netral.

b. Variasi dan Ukuran Bahan Kompos

Ukuran sampah organik sebagai bahan baku kompos mempengaruhi cepat atau lambat proses penguraian.  Para produsen kompos biasanya mencacah sampah menjadi ukuran kecil terlebih dahulu.  Selain itu, kombinasi samaph organik juga menjadi faktor penting dalam proses penguraian.  Semakin banyak variasi campuran sampah organik, semakin baik kualitas kompos yang akan dihasilkan.


c. Nitorgen dalam Bahan Organik

Bakteri pengurai membutuhkan unsur nitrogen selama proses penguraian.  Pasalnya, bakteri memerlukan nitrogen  sebagai dalam proses penguraian.  Semakin banyak kandungan nitrogen dalam sampah organik, semakin cepat proses penguraian.  Selain itu, berdasarkan literatur lain menyebutkan bahwa waktu malam hari dari kandungan senyawa lainnya juga dapat mempercepat proses pengomposan.

d. Aerasi

Aerasi pada proses pengomposan berkaitan dengan pengaturan udara, khususnya pada proses pengomposan aerobik yang memerlukan udara yang mengalir.  Dalam pelaksanaannya, aerasi dilakukan dengan membolak-balikan sampah organik yang akan dikomposkan agar seluruh bahan yang terdekomposisi dapat dialiri oksigen.  Selain itu, pada pengomposan aerobik, karbondioksida harus dibuang dengan cara membalik bahan organik agar tidak menyebabkan efek mematikan bagi mikroorganisme.  Pengadukan atau membalik bahan organik diperlukan karena C/N  rasio dalam campuran bahan kompos pasti berbeda – beda sehingga dengan mengaduk proses dekomposisi akan menyebar dan merata.

e. C/N Rasio

C/N rasio merupakan perbandinan antara unsur karbon dan nitrogen.  C/N rasio dalam proses pengomposan menentukan kecepatan penguraian sampah organik.  C/N rasio yang terlalu tinggi akan menghambat laju proses dekomposisi.  Pasalnya, pada C/N tinggi, mikroorganisme tidak berkembang dengan optimal akibat kekurangan nitrogen.  Sebaliknya, C/N rasio yang terlalu rendah berisiko akan kehilangan nitrogen dalam bentuk amonia.

C/N sampah organik sebagai bahan baku kompos sebaiknya sekitar 25-35.  Jika sampah organik terdiri dari berbagai macam jenis, artinya terdapat beberapa macam C/N rasio.  Karena itu, selama proses dekomposisi perlu dilakukan pengadukan secara berkala yang bertujuan untuk menurunkan C/N rasio agar mikroorganisme dapat bekerja secara maksimal.

Memberi kesempatan hidup dan berkembang secara optimal kepada bakteri pengurai sebenarnya dapat mempercepat proses penguraian atau dekomposisi.  Karena itu, perhatikan kondisi suhu, aerasi, kelembapan, dan oksigen khususnya pada proses pengomposan aerobik.  Selain itu, untuk proses pengomposan anaerobik perlu memperhatikan kandungan nitrogen dalam material kompos dan sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung.

Jual Plastik Ultraviolet Merk Vatan
* Info Lengkap Mengenai Harga Plastik UV Klik tautan berikut ini http://bit.ly/hargaplastikuv

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Plastik UV untuk greenhouse atau penjemuran atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service :
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan :
– Minimal order 3 roll
– Kandungan UV protektor 5%, jika minta kandungan UV diatas 5% akan dikenakan harga untuk kenaikan tiap 1% nya Rp 500,-/kg
– Harga netto ( tidak termasuk PPN )
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim Ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Faktor Penting, yang Harus Diperhatikan Saat Pengomposan!"

Posting Komentar