HUBUNGI KAMI

PLASTIK UV GREENHOUSE

Jual Plastik UV, Pabrik Plastik UV, Distributor Plastik UV, Plastik Ultra Violet, Plastik UV Untuk Greenhouse, Jual Plastik UV di Surabaya, Harga Jual Plastik UV, Jual Plastik UV Untuk Greenhouse, Cara Jual Plastik UV, Plastik UV Untuk Greenhouse Atap Greenhouse, Iklan Plastik UV, Daftar Harga Plastik UV, Plastik Ultraviolet, Plastik UV Untuk Atap Kandang Ternak, Plastik UV Untuk Alas Kolam Ikan, Plastik UV Untuk Pengeringan (Penjemuran)


Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Mengenal Metode Hidroganik & Alasan Kenapa Generasi Muda Harus Mencobanya!


Metode hidroganik merupakan sistem budidaya yang memadukan sistem hidroponik dan tanpa bahan kimia (organik). Dari perpaduan keduanya menghasilkan suatu sistem di mana budidaya tanaman dikerjakan tanpa media tanah dan memakai pupuk organik alami yang berasal dari hewan, umumnya dari kotoran ikan yang mengalir bersamaan dengan aliran air kolam melalui pipa-pipa, bisa juga ditambahkan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Sering sekali teknologi ini disebut dengan aquaponik, yaitu sistem yang menggabungkan hidroponik dengan kolam budidaya ikan di bawahnya.

Teknologi hidroganik ini awalnya diaplikasikan di lahan pekarangan yang terbatas dan tujuan utamanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Akan tetapi, teknologi tersebut tak menutup kemungkinan bisa menjawab tantangan pertanian masa depan. Semakin sempitnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan ke non pertanian, generasi muda tak tertarik menggeluti dunia pertanian, sebab pendapatan dari sektor pertanian yang relatif lebih rendah dibandingkan sektor-sektor lainnya, dan juga gaya hidup modern yang mengarah ke pangan organik, merupakan beberapa tantangan yang harus dihadapi bersama.

Alih fungsi lahan pertanian berpotensi menurunkan produksi, pada sisi lain, jumlah penduduk semakin meningkat. Produksi pangan harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Saat lahan pertanian berkurang, untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan produksi, maka produktivitas yang harus ditingkatkan. Dengan pertanian di lahan secara konvensional, peningkatan produktivitas dengan cara menambah pupuk kimia, atau kembali ke budidaya organik. Karena kerusakan tanah akibat pemakaian pupuk kimia secara berlebihan, jika harus dipulihkan dengan mengarah ke pertanian organik, membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tak sedikit.

Generasi muda tak tertarik bekerja di bidang pertanian karena dianggap kerja keras secara fisik, memakan waktu lama memperoleh hasil, tak bergengsi, dengan penghasilan yang cenderung dikalahkan sektor lain. Dibutuhkan suatu teknologi yang membuat bertani semakin mudah, bisa menjadi pekerjaan sampingan tetapi dengan penghasilan menjanjikan. Oleh karena itu, metode hidroganik ini sangat cocok untuk generasi muda. Adapun 7 alasan kenapa metode ini harus dicoba oleh generasi muda.


1. Tanpa Macul
Mungkin kaum milenial banyak yang enggan jadi petani sebab profesinya yang berada di sawah dan beradu dengan lumpur. Dengan adanya sistem hidroganik ini tak perlu lagi mencangkul atau membajak sawah yang kaitannya dengan lumpur.

Karena proses pada metode hidroganik mulai dari penanaman sampai panen bisa lebih bersih, hanya membutuhkan media "cup" yang di dalamnya ditaruh campuran antara kompos dan arang. Setelah itu di masukkan dalam media pelaron yang dialiri air dari kolam sebagai nutrisi.

Kerja seorang petani hidroganik lebih ringan daibandingkan dengan petani konvensional, tak berurusan dengan lumpur, bahan kimia, hama tikus dan lain sebagainya. Dan bahkan tak perlu mengerjakan penyemprotan pestisida seperti yang biasa dikerjakan oleh para petani.

Baca Juga:
Iniloh 10 Contoh Tanaman Hortikultura yang Harus Anda Tau!
Mengenal 6 Tanaman Buah yang Berkhasiat Untuk Obat Alami!
Mengulik Khasiat dari 8 Tanaman Rempah Untuk Obat Alami! Mau Tau?

2. Kesan Modern
Petani hidroganik ini berkesan modern, apalagi bila konsep penanamannya didesain sedemikian rupa sampai terlihat cantik dan sedap dipandang oleh mata. Lebih hebatnya, metode ini juga bisa dipakai untuk padi, jadi bisa panen beras tanpa harus menanamnya di sawah.

Penggunaan sistem yang baik dan perawatan yang telaten maka sayuran yang dihasilkan akan berkualitas tinggi, banyak kok petani hidroganik yang sudah sukses dan menjadi suplier supermarket ternama dan hotel-hotel berbintang.

Oleh karena itu, dengan menjadi petani hidroganik ini tak perlu lagi merasa rendah diri karena sudah memakai metode yang modern dan terlihat keren. Apabila berhasil, maka akan menjadi petani hidroganik sukses berpenghasilan hingga ratusan jutaan rupiah per bulan.

3. Lahan yang Flexibel
Pertanian metode hidroganik tak mengharuskan dikerjakan di sawah, di lahan terbatas seperti pekarangan rumah atau belakang rumah sudah bisa dikerjakan. Yang diperlukan hanyalah peralatan dan perlengkapan sebagai media tanam untuk hidroganik.
Dan penting Anda tau, siapapun bisa melaksanakan metode hidroganik ini, ibu rumah tangga yang ingin mencari kegiatan bisa membuatnya di rumah, jadi saat memerlukan sayuran tinggal memetiknya, tak hanya lebih segar, lebih sehat juga lebih ekonomis karena akan memangkas biaya belanja harian, dan bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

4. Organik dan Menyehatkan
Tanaman memperoleh nutrisi dari pupuk kompos yang ada di media tanam, tak hanya itu nutrisi juga diperoleh dari kotoran ikan dari kolam yang disalurkan melalui pipa-pipa atau paralon. Inilah simbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman, ikan memperoleh makanan dari daun-daunan yang sudah layu sedangkan tanaman memperoleh nutrisi dari kotoran ikan.

Agar lebih mudah penyerapan air oleh tanaman pada bagian bawah media tanam dilubangi dan diberi kain. Kotoran-kotoran ikan lama kelamaan juga akan menempel pada media tanam, kotoran inilah yang akan menjadi nutrisi bagi tanaman. Maka tak perlu lagi pupuk kimia atau pestisida dalam prosesnya, bahkan jika memakai pestisida justru akan mencemari dan berbahaya untuk ikan di bawahnya.

5. Modal
Bicara masalah pertanian hidroganik pasti butuh modal yang tak sedikit, dan ya memang benar. Modalnya memang agak banyak, terutama untuk perlengkapan media tanam dan pembuatan kolam, namun dengan manajemen yang baik akan sangat cepat balik modal dalam kurun waktu 1 - 2 tahun.

Untuk media tanamnya mampu bertahan sekitar 10 - 12 tahun, tergantung dari perawatan yang dilaksanakan. Dengan total lahan 1/4 hektare, memerlukan dana sekitar 10 juta rupiah. Modal yang cukup terjangkau bukan.


6. Panen Sayuran Sekaligus Ikan
Berdasarkan penjelasan mengenai arti hidroganik sebelumnya, tak hanya sayuran yang bisa di panen pastinya ikan yang berada di bagian bawahnya juga bisa di panen. Biasanya ikan yang dipakai dalam sistem ini yaitu ikan lele. Dipilihnya ikan lele karena sifat ikan ini tak mudah terserang penyakit, dan dari segi makanan juga sangat mudah.

Ikan lele dikenal sebagai ikan pemakan segala, saat terdapat daun dari tanaman yang layu seperti sawi, kangkung atau makanan sisa maka bisa langsung diberikan kepada ikan. Terkadang para petani juga memberikannya kotoran ayam, jadi selain sebagai pakan ikan lele juga sebagai pupuk yang bernutrisi bagi tanaman.

Apabila kalian menginginkan kolam yang lebih bersih, maka bisa memakai pakan yang lebih bersih. Atau bisa juga mengganti ikan lele dengan ikan nila.

7. Peluang Terbuka Lebar
Peluang terbuka lebar untuk menjadi petani hidroganik, apalagi Indonesia belum menjadi negara yang berswasembada pangan, masih banyak komoditi yang mengharuskan impor. Yang artinya kebutuhan pangan kita masih kurang. Apalagi generasi muda sekarang ini banyak yang enggan menjadi petani, saat petani dan lahannya semakin terbatas, tentu produksi pertanian kita akan semakin sedikit.

Sebab dengan asumsi dasar dalam penawaran dan permintaan, saat penawaran sedikit dan permintaan naik maka harga akan naik. Nah, apabila kita mampu memanfaatkan peluang ini, bukan tak mungkin kita menjadi pengusaha sekaligus petani yang sukses dan berpenghasilan jutaan rupiah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Metode Hidroganik & Alasan Kenapa Generasi Muda Harus Mencobanya!"

Posting Komentar